MAKALAH
PSIKOLOGI ISLAM
PERIODERESASI PERKEMBANGAN MANUSIA
NABILA ARIFIYANA
NUR AINI
MUNAWWAROH NUR M
LUMATUL FAJRIAH
STAI AT – TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AJARAN 2017/2018
BAB 1
PENDAHULUAN
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan
tentang perjalanan kehidupan individu yang di warnai ciri-ciri khusus atau
pola-pola tingkah laku tertentu. Individu hanya membawa potensi-potensi ketika
ia lahir, orang tua yang harus membentuk atau mengembangkan semua potensi yang
dimiliki anak. Sampaipun ketika individu beradapada fase lansia, merupakan
hasil dari persiapan dan pembinaan orang tuanya ketika ia masih dalam fase-fase
dewasa.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan individu disetiap fasenya, ada
proses yang sistematik, progresif dan berkesinambungan. Allah SWT menjelaskan
proses bagaimana individu tumbuh dan berkembang menjalani fase demi fase dalam
kehidupannya di dalam ayat Al-qur’an berikut:.... maka (ketahuilah)
sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari setetes mani, kemudian dari
segumpal daging yang sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami
kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu
sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-rangsur) kamu sampailah pada
kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu
yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi
sesuatu yang dahulu telah diketahuinya...(QS. Al-Hajj[22] : 5)
Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman: Dia-lah yang menciptakan
kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari dari segumpal
darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu
dibiarkan hidup lagi) sampai tua, (kami berbuat demikian)supaya kamu sampai
kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).(QS AL-Mu’min
[40] : 67)
Pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan
luar keluarga berpotensi untuk mempengaruhi perkembangan individu dalam
setiap fasenya, khususnya dalam bentuk kepribadiannya.
1.
Apakah pengertian dari fase- fase perkembangan manusia?
2.
Apa saja pembabakan atau periodesasi perkembangan manusia?
3.
Ada berapa macam-macam fase perkembangan manusia?
1.
Untuk mengetahui pengertian dari fase-fase perkembangan manusia
2.
Untuk mengetahui pembabakan dan proses perkembangan manusia
3.
Untuk mengetahui macam-macam fase perkembangan manusia
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Fase-Fase Perkembangan Manusia
Perkembangan merupakan proses
perubahan yang berhubungan dengan proses hidup kejiwaan. Perubahan-perubahan
tersebut biasanya menimbulkan tingkah laku yang dapat ditandai, meskipun tidak
dapat di ukur, sebagaimana yang terjadi pada perubahan-perubahan jasmani,
seperti: tinggi badan, berat, besar dan
lain sebagainya. Maka kita dapat menentukan kapankah fase-fase perkembangan itu
tingkatnya tidak dapat dibatasi dengan tegas dan tepat. Ibarat tanaman, kapan
bisa bertunas, kapan berkembang dan lain sebagainya.
Perkembangan
dapat juga diartikan sebaai proses transmisi dari konsstitusi sosio-fisik yan
heredter, dirangsang oleh faktor-faktor yang menguntungkan, seperti: faktor
lingkungan dan belajar dalam perwujudan proses aktif secara berkelanjutan. Setiap
fenomena atau gejala perkembangan merupakan hasil dari hubungan timbal balik
antara potensi yang ada pada individu dengan lingkungannya. Secara eksplisit
perkembangan merupakan hasil dari:
a) Pertumbuhan berkat pematangan fungsi-fungsi
fisik.
b) Pematangan fungsi-fungsi psikis.
c) Usaha “ belajar” oleh anak,dalam mencoba
segenap potensialitas rohani dan jasmaninya.[1]
Konsep islam tentang pertumbuhan perkembangan
manusia dijelaskan dalam Al-Quran surah Al Mukmin(40) ayat 67:
هُوَالذِى خَلقكُمْ منْ ترَابٍ ثمَّ من نطفةٍ ثمَّ منْ
علقةٍ ثمّ يخرجكم طفلاً ثم لتبلغوا أشدكمْ ثمّ لتكونواشيوخا ومنكم من يتوفى من قبل
ولتبلغوا أجلا مسمى ولعلكم تعقلون( ٢٧)
Artinya:” Dialah yang menciptakan kamu dari
tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya
kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai
kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, diantara
kamu ada yang di wafatkan sebelum itu.(kami perbuat demikian) supaya kamu
sampai kepada ajal yang di tentukan dan supaya kamu memahaminya).
Periodesai
perkembangan berdasarkan ciri-ciri biologis (jasmani), meliputi anatomi dan
fisologi. Secara biologi pertumbuhan manusia diawali dari bertemunya sel telur
(ovum) dengan sel spermatozoa (sel sperma) didalam rahim seorang perempuan.
Peristiwanya bertemunya sel ovum dan sel sperma
dinamakan pembuahan. Hasil dari pembuahan ini adalah satu sel zigot yang
sering disebut germsel. Berawal dari terbentuknya germsel ini
kemudian terjadi pembelahan sel secara terus-menerus, sampai akhirnya
terbentulah embrio.[2]
Di dalam rahim
perempuan, sel-sel embrio ini megalami pertumbuhan secara terus-menerus. Pada
awalnya pertumbhan sel embrio terjadi pada lapisan sel bagian dalam yang
disebut endoderma. Seiring dengan hal itu, juga terjadi pertumbuhan sel
embrio bagian luar yang disebut sel ektoderma. Kemudian, diantara sel
endoderma dan ektoderma terjadi pertumbuhan sel yang disebut sel mesoderma.
Ketiga jenis hal tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya
jaringan khusus yang menyusun tubuh manusia. Sel-sel atau lapisan endoderma
akan tumbuh atau mengalami reproduksi membentuk jaringan-jaringan alat atau
sistem pencernaan pada tubuh manusia, seperti usus dua belas jari, usus besar,
hati, jantung, peru-paru, ginjal dan sebagainya. Sedangkan sel-sel lapisan
ektoderma, tumbuh menjadi sel-sel saraf(neuron). Akhirnya, pertumbuhan yang
berlangsung secara terus-menerus dari ketiga lapisan sel itu akan membentuk orok
atau bayi yang sering juga disebut fetus.
Seiring dengan
pertumbuhan jasmani pada fetus juga mengalami perubahan-perubahan ke arah
kejiwaan (nonjasmaniah). Perubahan-perubahan yang berkisar pada kejiwaan seseorang sering disebut
perkembangan manusia. Dari yang semula bayi tidak memiliki keinginan-keinginan
kemudian mengalami perkembangan sehingga ia mempunyai keinginan-keinginan.
Tidak hanya itu, perkembangan bayi pada masa-masa selanjutnya menjadi semakin
beraneka ragam, misalnya berkisar pada perasaan, pikiran, dan hal-hal lain yang
berhubungan dengan kejiwaan (psikis).[3]
Ditinjau dari segi
medis persalinan bayi yang mulus tanpa komlikasi akan memberikan dampak yang
bagus bagi tumbuh kembang bayi di kemudian hari. Saat terjadinya persalinan
dapat terjadi komplikasi seperti bayi tidak bernafas secara spontan/teratur dan
adekuat (asfiksi neonatorum). Komplikasi ini menyebabkan perubahan
biokimia pada darah bayi yang kemudian dapat mengakibatkan kematian atau
kerusakan permanen pada susunan saraf pusat sehingga intelligence quotient (IQ)
anak lebih rendah atau bahkan sampai menyebabkan cacat mental pada anak. Selain
itu, asfiksi neonatorum dapat menyebabkan trauma lahir terutama pada persalinan
pertama karena letak janin tidak normal.[4]
Lingkungan adalah faktor
yang turut menentukan tumbuh kembang anak. Perumahan yang layak , terutama
dalam hal sanitasinya, cukup leluasa, dan bebas polusi bagi anak untuk bermain
memberi peluang tumbuh kembang anak dengan baik. Sebaliknya, lingkungan yang
kotor dan sempit serta tiada ketersediaan ruang bermain bagi anak dapat
menghambat proses tumbuh kembang anak. Anak yang mengalami hambatan tumbuh
kembang akan berpengaruh pada ketidak lancaran anak dalam menyerap pendidikan.
Jadi, lingkungan tempat tinggal anak tidak dapat dikesampingkan begitu saja
agar anak mengalami tumbuh kembang secara baik.[5]
Kehidupan anak di
tengah keluarga dan masyarakat turut menentukan tumbuh kembang anak dengan
baik. Terutama suasana damai-kasih sayang dalam interaksi anatara oarang tua
dan anak. Ayah-Ibu yang dewasa, yang selalu berusaha menambah ilmu
pengetahuan/cara mendidik yang bagus bagi anak, dipadu kesadaran sifat bawaan
anak yang mempunyai karakteristik tersendiri akan dapat membawa anak kemasa
depan yang lebih baik yang penuh dengan kompetisi (tantangan, hambatan dan
gangguan dari luar). Kakek-nenek adalah bagian dari keluarga (ada yang karena
hubungan darah, ada yang karena hubungan organisasi/minat, dan lain-lain, dan
mereka ada yang potensial dan ada yang tidak) yang bisa serumah dengan cucu,
atau tinggal dirumahnya sendiri. Semua komponen tersebut amat menentukan baik
atau buruknya sifat dari tumbuh kembang anak.
Perkembangan anak didasarkan pada usia anak mempunyai
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.
Perkembangan anak usia 1 tahun
Dicirikan keadaan fisik dan motorik kasar, anak mampu berjalan
beberapa langkah dengan dititah bagian 1 tangannya. Perkembangan keadaan fisik
dan motorik halusnya telah mampu menggenggam dengan lebih baik dan dapat
melepaskan genggaman apabila diminta. Perkembangan keadaan kognitif dan bahasa,
anak telah mempunyai kosa kata lebih selain “mama”, “papa”, dan “dada”.
Perkembangan kemampuan dan emosional anak dapat menyesuaika diri saat
mengenakan pakaian.
2.
Perkembangan anak usia 2 tahun
Dicirikan keadaan fisik dan motorik kasar, anak telah mampu berlari
dengan jarak dekat dengan baik, berjalan mundur tanpa kehilangan keseimbangan,
mampu menendang bola tanpa jatuh, dll. Perkembangan keadaan fisik dan motorik
halus anak mampu menumpuk 7 kubus, coretan sirkuler, meniru garis horizontal,
dan melipat kertas. Perkembangan keadaan kognitif dan bahasa anak mampu
membuat kalimat dengan subjek, predikat
dan objek. Perkembangan keadaan sosial dan emosional mampu memegang sendok
dengan baik, bercerita pengalaman baru, membantu melepaskan pakaian,
mendengarkan cerita dengan gambar.
3.
Perkembangan anak usia 3
tahun
Dicirikan keadaan fisik dan motorik kasar, anak mampu mengendarai
speda roda 3, mampu melompat, mampu berlari maju mundur. Perkembangan keadaan
fisik dan motorik halus anak mampu menumpuk 10 kubus, meniru kstruksi jembatan
dengan 3 kubus, membuat lingkaran dan bisa bermain puzzel atau form
board. Perkembangan keadaan kognitif dan bahasa, anak mengetahui usia dan
jenis kelamin, mampu menghitung tiga objek dengan benar, mengulang tiga angka,
mengulang sebuah kalimat yang terdiri dari enam suku kata. Perkembangan keadaan
sosial dan emosional anak mampu bermain permainan sederhana, membantu
mengenakan pakaian, memakai sepatu, dan mampu mencuci tangan sendiri.
4.
Perkembangan anak usia 4 tahun
Dicirikan oleh perkembangan fisik dan motorik kasar, anak mampu
melompat dengan 1 kaki, melempar bola
dari atas kepala, memanjat, mampu naik turun meja dengan satu kaki di meja dan
satu kaki di lantai. Perkembangan keadaan fisik dan motorik halus anak mampu
menggambar jembatan, menggunakan gunting untuk memotong gambar, dll.
Perkembangan keadaan kognitif dan bahasa, anak mampu menghitung 4 koin dengan
benar , mampu bercerita. Perkembangan kemampuan sosial dan emosional, anak
dapat bermain dengan beberapa anak dan telah mampu beriteraksi sosial , bermain
peran, pergi ketoilet sendiri.
5.
Perkembangan anak usia 5 tahun
Dicirikan perkembangan fisik
dan motorik, anak mampu melakukan lompat tali, berlomba lari.
Perkembangan keadaan fisik dan motorik halus anak mampu menggambar segitiga,
mengetahui perbedaan berat benda mampu menyusun balok menjadi bentuk bangunan.
Perkembangan keadaan kognitif dan bahasa anak mampu mewarnai menggunakan 4
warna, mengulang sebuah kalimat yang terdiri dari 10 suku kata, menghitung 10
koin dengan benar. Perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak adalah
dapat berpakaian dan melepas pakaian sendiri, bertanya tentang arti kata,
bermain peran domestik.[6]
C. Fase-Fase
Perkembangan Manusia
1. Fase Pranatal
Pada masa pranatal (sebelum lahir), Al-Qur’an menyebutkan bahwa banih atau
bibit manusia bermula dari sperma yang bercampur dengan ovum (QS.76
(Al-Insan):2).Fase perkembangan selanjutnya di jelaskan dalam Al-Quran surah
Al- mukminun ayat 13-15 yang dapat dibagi dalam tiga fase:
a.
Fase nutfah,
yaitu masa pembuahan sel telur wanita (ovum) oleh sel jantan (spermatozoa).
Setelah terjadi pembuahan, sel-sel telur yang telah di buahi membagi diri
menjadi dua, masing-masing pecah menjadi dua lagi. Terus menerus demikian
sehingga terciptalah setumpuk sel baru berupa benda bundar yang di sebut merula yang berada di bawah selaput
lendir rahim ibu.
b.
Fase ‘alaqah,
yaitu masa ketika merula berkembang menjadi sebuah gelembung yang berisi air
dan berdinding. Di dalam gelembung ini terdapat bintik benih yang berhubungan
dengan dinding gelembung. Sejak minggu ke dua, terhitung sejak pembuahan,
bintik benih ini mengalami diferensiasi sel yang disiapkan untuk menjadi bagian
dari tubuh manusia. Proses ini berlangsung sampai bulan kedua yang di sebut
masa pembentukan embrio.
c.
Fase mudghah,
yaitu pada masa akhir embrio dimana sel-sel telah membentuk bayi yang lengkap
dengan kepala, otak, jantung, paru-paru dan organ-organ tubuh yang lainnya, ini
di sebut masa janin. Janin ini panjangnya sekitar 3 cm, lalu pada akhir bulan
ketiga, janin bertambah panjang menjadi 9 cm. Pada masa ini jenis kelamin sudah
tampak. Pada bulan ke empat, janin sudah mulai bergerak. Dimasa ini peredaran
darah sudah sempurna sehingga jantung pun sudah bekerja. Pada fase inilah Allah
meniupkan ruh kepada bayi (QS.32(Al-Sajadah):9).
Pada bulan kelima, pada janin tumbuh bulu-bulu halus di
kepala dan tubuh. Pada bulan keenam, tumbuh bulu alis dan bulu mata. Pada masa
ini perbandingan tubuh dengan anggota badan lainnya tampak serasi. Di bulan
ketujuh, bayi tampak seperti kakek-kakek tua dengan kulit keriput dan
kemerah-merahan. Bila pada bulan ke tujuh itu sang bayi dilahirkan, dia akan
mampu berlangsung hidup.
Pada bulan ke delapan panjang janin sekitar 40 cm. Pada
bulan kesembilan, warna kemerahan lenyap dan kulit menjadi kencang karena
tumbuhnya jaringan lemak. Pada masa ini organ-organ tubuh sudah sempurna dan
kuat sehingga bayi sudah siap untuk dilahirkan.[7]
Kondisi
(kesehatan fisik maupun mental) ibu sangat berpengaruh terhadap perkembangan
janin di dalam rahimnya. Mungkin dari sinilah muncul pendapat bahwa pendidikan
anak sebenarnya dimulai sejak dia masih di janin di rahim ibunya sampai akhir
hayat menjemputnya.
2. Fase Awal masa Kanak-kanak
Fase awal kanak-kanak terhitung sejak dia dilahirkan sampai umur lima
tahun. Fase ini di sebut juga masa pra-sekolah. Dalam masa ini kebanyakan waktu
anak di habiskan di dalam rumah dalam pemeliharaan orang tuanya. Para ahli
psikologi anak berpendapat bahwa pada masa ini perhatian orang tua harus di
pusatkan pada dua tahun pertama karena pada masa itulah terjadinya awal
pertumbuhan jasmani, akal (intelegensi) dan perasaan anak. Mereka menganggap
dua tahun pertama ini sebagai dasar perkembangan anak selanjutnya.
Menurut Abdul Aziz al-Qusi, dalam bukunya Pokok-pokok kesehatan mental [terj. Zakiah Daradjat], sejak lahir
indera anak mulai berfungsi untuk menerima beragam pengaruh. Ia berhubungan
dengan ibunya dengan cara bersentuhan dan mencium. Sesuai fitrah yang Maha
kuasa, setelah lahir, anak sanggup melihat suatu gerak sejauh tujuh kaki. Pada
minggu pertama ia belum dapat membedakan antara cahaya dan kegelapan, kemudian
secara beransur-angsur ia dapat melihat dan mendengar. Setelah bayi berumur
empat bulan, ia mampu membedakan suara ibu, bapak,dan marah serta senang.
Selanjutnya Al-Qusi menyatakan bahwa pada umur 2-5 tahun, anak memiliki
kecendrungan untuk banyak bergerak, bermain dan melakukan percobaan terhadap
segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Melalui permainan, ia mendapatkan
pengalaman kepandaian dan menjadi tambah percaya terhadap kemampuan dirinya.
Pada masa awal kanak-kanak ini orang tua dan pendidik harus:
a. Memelihara kesehatan anak dan pertumbuhannya
dengan memberikan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup.
b. Memberikan rasa kasih sayang dan rasa aman,
tidak memarahinya.
c. Tidak membebaninya dengan pekerjaan yang
memberatkan.
d. Mulai memberikan dasar-dasar pendidikan agama,
akhlak dan pengetahuan lain sesuai dengan tingkat kecerdasannya.
3. Fase Akhir masa Kanak-kanak
Fase ini terhitung kira-kira mulai anak berumur 5-12 tahun. Pada fase in,
pendidikan anak tidak cukup hanya dilakukan di rumah tetapi juga anak sudah
dimasukan ke sekolah. Berikut ini perkembangan-perkembangan anak yang terjadi
pada usia ini,terutama sekali perkembangan:
a. Perkembangan Fisik
Pada umur 5-7
tahun perkembangan fisik anak terbilang cepat. Badannya semakin tinggi meskipun
beratnya berkurang sehingga ia kelihatan lebih tinggi dan kurus dari masa-masa
sebelumnya. Pada setiap tahun tinggi badan anak rata-rata bertambah sekitar 5-6
cm sampai anak berumur 10 tahun. Pada fase ini gigi anak mulai berganti.
Pertumbuhan anaknya berjalan lebih cepat dari pertumbuhan berat badannya. Pada
fase ini pula sistem kekebalan tubuh anak mulai kuat seperti dalam menolak
penyakit batuk, cacar dan campak.
b. Perkembangan Intelektual dan Emosional
Dalam kondisi
normal, pikiran anak pada usia ini berkembang secara berangsur-angsur dan mulai
tenang. Anak benar-benar berada dalam suasana belajar. Di samping keluarga,
sekolah pun sangat berpengaruh dalam pembentukan akal (kecerdasan) anak. Dia
mulai menguasai banyak keterampilan dan mulai banyak mengembangkan beragam
kebiasaan. Al- Abrasyi menambahkan bahwa pada fase ini anak memiliki daya
ingatan yang sangat kuat sehingga ia mampu menghafal beberapa ayat Al Qur’an,
beberapa bait syair dan nyanyian. Dengan daya ingat yang kuat inilah bahwa anak
pun mulai mampu belajar bahasa asing dengan mudah.
c. Perkembangan Moral
Menurut piaget,
anak berusia 5-12 tahun memiliki pemahaman moral yang berbeda dari tatkala dia
berumur sebelumnya. Pemahaman tentang baik dan buruk atau konsep keadilan,
misalnya, yang dia dapatkan dari pendidikannya di usia sebelumnya kini
mengalami perubahan. Anak mulai memikirkan secara khusus mengenai pelanggaran
moral. Pelanggaran moral yang dilakukan anak pada fase ini terjadi karena dia
masih belum memahami peraturan. Pendidik harus memberikan perhatian besar pada
fase-fase perkembangan fisik, intelektual, dan mental anak didiknya sebab hal
itu sangat berpengaruh pada perkembangan anak pada fase-fase berikutnya.
4.
Fase Puber (Remaja
Awal)
Periode ini
merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat meskipun masa puber
merupakan periode singkat yang bertumpang tindih dengan masa akhir kanak-kanak
dan permulaan masa remaja. Masa ini terjadi pada usia yang berbeda bagi anak
laki-laki dan anak perempuan. Kriteria yang paling sering digunakan untuk
menentukan permulaan masa puber adalah haid pertama kali pada anak perempuan
dan mimpi basah bagi anak laki-laki.
5. Fase Remaja
Masa remaja yang
berlangsung dari saat individu menjadi matang secara seksual dari usia dua
belas sampai usia delapan belas tahun, perubahan sosial yang penting dalam masa
remaja meliputi meningkatnya pengaruh kelompok sebaya, pola perilaku sosial
yang lebih matang, pengelompokan sosial baru dan nilai-nilai baru dalam
pemilihan teman, pemimpin, dan dalam dukungan sosial.
Perubahan pokok
dalam moralitas selama masa remaja terdiri dari mengganti konsep-konsep moral
khusus dengan mengganti konsep-konsep moral yang benar dan salah yang bersifat
umum, membangun kode moral yang berdasarkan
pada prinsip-prinsip moral individual dan mengendalikan perilaku melalui
perkembangan hati nurani.
Dalam hal cinta, remaja menganggap bahwa rasa
senang yang muncul dari saling pandang sebagai cinta. Hal ini di sebabkan
kuatnya daya khayal dan asmara yang ada dalam dirinya. Remaja tidak memandang
cinta yang hakiki sebagai suatu gerakan tanpa keinginan dan kecendrungan alami
yang ada dalam diri manusia dan islam tidak pernah mengharamkan cinta. Justru
definisi cinta yang difahami remaja akan dapat mengarahkan mereka ke dalam
hal-hal yang di haramkan. Bahkan mungkin khayalan dan angan-angan ini dapat
membuat guncangan jiwa yang luar biasa ketika memburuknya hubungan, atau ketika
tidak ada respons yang di harapkan dari pihak lain.
6. Fase Dewasa Dini (awal)
Masa dewasa ini
adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif, yaitu suatu masa yang
penuh masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, perode komitmen
dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreatifitas, dan penyesuaian
diri pada pola hidup yang baru. Masa dewasa dini, dari umur delapan belas
hingga kurang lebih empat puluh tahun.
Karena banyak
minat yang terbawa dari masa remaja tidak lagi sesuai dengan peran sebagai
peran orang dewasa, berbagai perubahan pada seluruh bidang tidak dapat
dihindarkan. Perubahan yang terbesar adalah pengurangan keanekaragaman minat.
Minat pribadi pada dewasa dini meliputi perhatian pada penampilan, pakaian,
tata rias, lambang-lambang kedewasaan, status,uang dan agama.
Penyesuaian
keluarga dan pekerjaan, khususnya pada masa dewasa dini, sangat sulit karena
kebanyakan orang dewasa muda membatasi dasar-dasar yang dengannya ia membangun
penyesuaian karena (newness) peran-peran yang di tuntut penyesuaian diri.
Ketika ia menikah pun ia akan membatasi dan berusaha untuk mencari pasangan
yang sesuai dengan statusnya.
7. Fase Dewasa Madya (akhir)
Pada umumnya
usia dewasa akhir (madya) atau usia setengah baya di pandang sebagai masa usia
antara 40 sampai 60 tahun. Masa tersebut pada akhirnya ditandai oleh adanya
perubahan-perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi
penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti dengan penurunan daya ingat.
Ada sepuluh karakteristik yang biasa terjadi
pada usia madya, yaitu:
a) Usia madya merupakan periode yang sangat
menakutkan
b) Usia madya merupakan usia transisi
c) Masa stress
d) Usia yang berbahaya
e) Usia canggung
f) Masa berprestasi
g) Masa evaluasi
h) Dievaluasi degan standar ganda
i)
Masa sepi
j)
Masa jenuh
Kondisi-kondisi
yang mempengaruhi penyesuaiaan pekerjaan pada usis madya, yaitu: kepuasan
kerja, kesempatan promosi, harapan pekerjaan, sikap pasangan, sikap teman
sekerja. Sedangkan kondisi-kondisi yang merumitkan penyesuaian diri terhadap
perubahan pola keluarga pada usia madya: perubahan fisik, hilangnya peran
sebagai orang tua, kurangnya persiapan, merasa tidak berguna lagi, kekecewaan
terhadap perkawinan, merawat anggota berusia lanjut.
Kondisi-kondisi
tersebut tidak akan terjadi apabila setiap fase perkembangan yang dilalui
setiap individu sangat kondusif untuk mendukung fase berikutnya. Ketika masalah
penyesuaian diri terhadap lingkungan, misalnya dengan tetangga tidak bermasalah
pade fase sebelumnya, maka fase ini akan dilaluinya dengan mudah. Rasa toleransi
dan saling berbagi serta saling merhormati antar tetangga sangat dibutuhkan
dalam hidup bersosialisasi.
8.
Fase Dewasa Akhir (lansia)
Usia enam
puluhan biasanya dipandang sebagai garis pemisah antara usia madya dan usia
lanjut. Ciri-ciri usia lanjut: merupakan usia kemunduran, perbedaan individual
pada efek menua, usi tua dinilai dengan kiteria yang berbeda.s
BAB III
PENUTUP
Fase
perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan tentang
perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola
tingkah laku tertentu.
Sedangkan
pembabakan atau periodesasi perkembangan manusia secara garis besar dapat
dibagi menjadi:
1. Fase Pranatal
2. Fase Awal masa Kanak-kanak
3. Fase Akhir masa Kanak-kanak
4.
Fase Puber (Remaja
Awal)
5. Fase Remaja
6. Fase Dewasa Dini (awal)
7. Fase Dewasa Madya
8. Fase Dewasa Akhir
Kami
menyadari, dalam pembuatan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kami sebagai penyusun berharap agar ada kritik dan saran dari semua pihak
terutama dosen. Kami hanyalah manusia biasa. Jika ada kesalahan, itu datangnya
dari kami sendiri. Dan jika ada kebenaran, itu datangnya dari Allah SWT.
Cholil, H, dan Kurniawan Sugeng. 2011. Psikologi
Pendidikan Telaah Teoritik dan Praktik. Surabaya: IAIN SA Press.
Prawira, Atmaja Purwa. 2017. Psikologi
Pendidikan dalam Perspektif Baru. YogyakartaI: AR-RUZZ MEDIA.
[2] Purwa Atmaja P, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif
Baru(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hlm. 74.
[3] Purwa Atmaja P, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif
Baru(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hlm. 75.
[4] Purwa Atmaja P, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif
Baru(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hlm. 76.
[5] Purwa Atmaja P, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif
Baru(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hlm. 78.
[6] Purwa Atmaja P, Psikologi Pendidikan dalam Perspektif
Baru(Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017), hlm. 82-83.
