Tampilkan postingan dengan label Manajemen Strategik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Strategik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2020

Manajemen Stategik


MAKALAH
HASIL OBSERVASI MANAJEMEN STRATEGIK DI SMA MUHAMMADDIYAH BONDOWOSO




Dosen pembimbing: Abdul Haq As, S.Pd.I, M.Pd.I
Oleh kelompok 11 :
Lumatul Fajriyah
Munawaroh Nur Muzaiyanah
Nabila Arifiana
Nur Aini



PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO
FAKULTAS TARBIYAH
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
بسم لله الر حمن الر حيم
Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas karuniaNyalah kami dapat menyelesaikan laporan Observasi yang berjudul “Manajemen Strategi” ini sesuai waktu yang telah ditentukan.
Kami juga sangat berterimaksih kepada pihak SMA MUHAMMADIYAH BONOWOSO yang telah mengizinkan kami untuk melakukan Observasi di tempat tersebut, khususnya bagi Kepala Sekolah dan Kepala Tata Usaha yang kami Observasi.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Manajemen Strategik” Kami berharap laporan ini tidak ada kekurangan maupun kesalahan, namun sebagai mahasiswa tetap saja laporan ini banyak kekurangan dan kesalahan sehingga kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun agar laporan ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata, kami berharap agar laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.










Manajemen strategi adalah keputusan dan tindakan manajemerial terkait dengan kinerja jangka panjang organisasi. Manajemen strategis mencakup semua fungsi dasar manajemen, yaitu mulai dari merencanakan, mengorganisir, melaksanakan dan mengendalikan strategi.
Manajemen strategi berperan penting dalam meningkatkan kinerja organisasi. Melalui strategi yang terancang dengan baik, perusahaan dapat meningkatkan laba, menguasai pasar, menciptakan keunggulan kompetitif, serta meningkatkan mekamuran atau hasil pengmbalian bagi pemegang saham.
Manajemen strategi sebagai suatu konsep yang terkait dengan faktor waktu melibatkan suatu proses yang kontinu dan iteratif dalam mencapai tujuan organisasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan yang dihadapinya. Oleh karena itu, manajemen strategik dapat digunakan untuk mengidentifikasi kegiatan yang menjanjikan dan berfokus pada sumber daya (alam,manusia dan buatan) untuk pengembangan jangka panjang serta menguntungkan. Sebagai ilustrasi, dengan meningkatnya sumber daya yang dialokasikan ke suatu jaringan bisnis, kekuatannya dapat ditunjukkan dalam bentuk superioritas teknologi, biaya rendah atau posisi pasar yang kuat.
Organisasi yang berdaya saing harus memiliki kemampuan-kemampuam dasar yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingannya secara komprehensif. Kemampuan-kemampuan tersebut adalah kemampuan strategi, kemampuan sintesis, kemampuan organisasi, kemampuan komunikasi, kemampuan megosiasi, kememapuan presentasi, dinamis dan ketangguhan. Kemampuan-kemampuan dasar sebagai prasyarat untuk membangun daya saing organisasi ini dapat dikembangkan secara bertahap melalui proses pembelajaran organisasi. Dengan kata lain, daya saing organisasi dapat dikembangakan secara optimal jika organisasi mampu mengubah dirinya mejadi organisasi pembelajar (learning otganization).  
1.      Bagaimana Pengertian Manajemen Strategi?
2.      Bagaimana Sejarah Berdiri SMA Muhammadiyah Bondowoso?
3.      Apa Visi dan Misi SMA Muhammadiyah Bondowoso?
4.      Bagaimana Manajemen Strategi Pembelajaran?
5.      Bagaiamana Manajemen Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah?
6.      Bagaiaman Manajemen Strategi Keuangan dan Menarik Minat Masyarakat?
7.      Bagaimana Lingkungan Eksternal dan Internal SMA Muhammadiyah Bondowoso?
8.      Analisis SWOT di SMA Muhammadiyah Bondowoso?
9.      Metode penelitian?
1.      Mengetahui Pengertian Manajemen Strategi
2.      Mengetahui Sejarah Berdiri SMA Muhammadiyah Bondowoso
3.      Mengetahui Visi dan Misi SMA Muhammadiyah Bondowoso
4.      Mengetahui Manajemen Strategi Pembelajaran
5.      Mengetahui Manajemen Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah
6.      Mengetahui Manajemen Strategi Keuangan dan Menarik Minat Masyarakat
7.      Mengetahui Lingkungan Eksternal dan Internal SMA Muhammadiyah Bondowoso
8.      Mengetahui Analisis SWOT di SMA Muhammadiyah Bondowoso
9.      Mengetahui Metode penelitian yang digunakan






Strategi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Strategos yang bermakna sebagai peran seorang Jendral perang. Dalam Istilah kemiliteran, jendral mempunyai keahlian menggunakan berbagai cara, teknik dan metode untuk menangani serangan musuh dan menyerang musuh.
Banyak pakar manajemen strategi memberikan definisinya. H.I. Ansoff (1990) dalam bukunya “Implementing Strategic”, mengatakan bahwa manajemen strategik adalah proses manajemen yang menghubungkan antara perusahaan dengan lingkungan yang terdiri dari perencanaan strategi, perencanaan kapabilitas dan manajemen prubahan.
Menurut Peter Drucker (1972), manajemen startegi ilaha suatu proses sosial yang dibentuk untuk mendapatkan kerjasama, penyertaan dan pelibatan ahli-ahli dalam organisasi atau perusahaan secara efektif. Sedangkan menurut Pearce dan Robinson (2000), manajemen strategi merujuk kepada kesatuan pengambilan keputusan dan aktifitas usaha yang merupakan hasil formulasi dan pelaksanaan rencana-rencana yang dibentuk untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Dalam bukunyaPearce dan Robinson menjelaskan beberapa hal penting dalam manajemen strategi yang dimulai dengan pembentukan visi dan misi organisasi atau perusahaan sampai kepada penilaian keberhasilan dari penerapan strategi tersebut sebagai acuan untuk membuat keputusan baru yang berorientasi ke masa depan.
Dari definisi-defini tersebut dapat disimpulkan beberapa hal, bahwa manajemen strategi merupakan hasil proses analisis. Manajemen strategi merupakan hasil proses analisis lingkungan, baik kekuatan dan kelemahan internal, peluang ekseternal dan ancaman eksternal terhadap beberapa aspek perusahaan atau organisasi.[1]



Hesti Nur Hayati, S.Si merupakan kepala sekolah SMA Muhammadiyah Bondowoso. ketika sesi wawancara mengatakan “Sejarah singkat SMA Muhammadiyah Bondowoso dulu sebelum banyak lembaga selevel SLTA, dengan beberapa tokoh Muhammadiyah di Bondowoso menginisiasi adanya lembaga SMA Muhammadiyah ini.” Dan lebih jelasnya menyuruh kami membuka blognya langsung. Sebagaimana tertulis di bawah ini.
Sejarah berdirinya SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso dilatar belakangi adanya desakan dari siswa-siswi SMP Muhammadiyah yang telah lulus ujian negara. Mereka ingin melanjutkan kejenjang sekolah menengah yang berbasi Islam Muhammadiyah. Atas desakan tersebut guru-guru Muhammadiyah pimpinan H. AG. Dwidjosoeparto beserta R. Muhammad Makam Hisjam, IR. Sugiman, Moelono, Muhammad aslam mendirikan SMA Muhammadiyah pada oktober 1948 menempati Sekolah Rakyat VI Muhammadiyah Bondowoso (sekarang SD Muhammadiyah) di jalan Bhayangkara 5 Bondowoso.
Kegiatan belajar di SR. VI Muhammadiyah jalan Mayjen Panjaitan hanya berjalan beberapa bulan. Hal itu disebabkan pada 19 Desember 1948 Belanda melakukan Agresi Militer II kepada ibukota Republik Indonesia kala itu, Bondowoso. Seperti halnya yang dilakukan anak muda maupun rakyat Indonesia yang lain, guru dan murid SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso ikut berperang gerilya melawan agresi militer Belanda tersebut.
Setelah Belanda menarik pasukan dari kota Bondowoso untuk melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB serta hasil perjanjian Roem-Royen maka ibukota Republik Indonesia dikembalikan ke Bondowoso pada tanggal 29 Juni 1949. Peristiwa itu dikenal dengan nama peristiwa “Yogya Kembali”. Para tentara, gerilyawan kembali masuk kota setelah selesainya perang dan kota Bondowoso kembali aman.



Para siswa kemudian kembali ke bangku sekolah SMA Muhammadiyah yang berlokasi di SR Muhammadiyah VI lagi. Tapi ternyata gedung sekolah tersebut dipakai pemerintah untuk Kantor Kementrian Keuangan RI Sampai ibukota kembali ke Jakarta. Oleh karena itu HM. Mawardi yang waktu itu sebagai pengurus Muhammadiyah bidang pengajaran bersama Dwidjosoeparto mencarikan tempat untuk kegiatan belajar mengajar, yaitu dirumah H. Muhammad Sjarbini di jalan Kauman 44 Bondowoso.
Pada tanggal 5 september 1949 siwa SMAMUHI kembali belajar di jalan Kauman 44 Bondowoso untuk kemudian tanggal tersebut yang dijadikan hari lahir SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso. Dalam perkembangannya jumlah siswa SMA Muhammdiyah 1 Bondowoso terus bertambah sehingga tempat belajar di Kauman tidak mampu menampung siswa lagi. Maka kemudian Muhammadiyan menawarkan PKO (Pusat Kesehatan Oemat) di Jl. Notoprajan untuk dijadikan tempat belajar mengajar. Kemudian berturut-turut menempati gedung di jalan Gendingan sampai tahun 1963 dan selanjutnya menetap di jalan Kapten Tendean 1B.
Sejak 1964 SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso menempati gedung di Jl. Kapten Piere Tenden 1B Bondowoso. Kejadian yang sama terulang kembali. Gedung tersebut tak mampu menampung jumlah siswa yang kembali bertambah. Sehingga perlu tempat baru yang luas untuk kegiatan belajar mengajar. Kemudian membeli tanah di desa Petinggen, Karangwuru, Tegalrejo Bondowoso pada masa kepemimpinan Bapak Soegiharso.
Pada tahun 1981, Gedung baru di Petinggen telah dibangun 1 unit. Sehingga proses belajar mengajar dilakukan di dua tempat berbeda. Sebagian di kampus baru di desa Petinggen, dan sebagian lainnya menempati kampus lama di Jl. Pierre Tendean 1B sampai tahun 1988. Mulai Tahun Ajaran 1988/1989 semua kegiatan belajar mengajar telah dipindahkan ke kampus baru di Petinggen.



Pada Tahun 2002, SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso membuka program akselerasi atau program percepatan belajar. Total jumlah yang dibuka adalah 30 kelas. Dengan jumlah peserta didik peringkatnya sekitar 350 orang. Kemudian pada tahun 2006 SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso kembali membuka program layanan pendidikan berbasis Teknoligi Informasi dengan nama kelas ICT-MSN (Information Communication Tchnologi-Model School Network). Program layanan ini disertai dengan kerja sama negara-negara APEC. Kala itu SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso menjalin kerjasama sister school dengan Boonpo Middle School di Korea Selatan.
Pada tahun 2008 Sma Muhammadiyah 1 Bondowoso menjadi salah satu sekolah RSMA-BI (Rintisan Sekolah Menengah Atas-Bertaraf Internasional) di Kota Bondwoso. Dalam perjalanan menuju Sekolah Bertaraf Internasional, SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso menerapkan pengembangan penggunaan Teknologi Informasi dalam proses belajar mengajar. Bentuk lainnya adalah dengan menerapkan manajemen mutu yang berbasiskan ISO 9001:2008 yang telah resmi disandang SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso.[2]
1.    Visi
“Mewujudkan lembaga yang unggul dan mampu membentuk peserta didik yang berimtaq, cerdas, kompetitif dan berjiwa muhammadiyah”
2.    Misi
a.       Peningkatan jumlah siswa
b.      Melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan berbasis IT
c.       Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan
d.      Melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan
e.       Mewujudkan sumber-sumber pembelajaran swasta dan bantuan pemerintah yang di kelola secara transparan.
3.    Profil Sekolah
a.       Identitas Sekolah
1.    Nama Sekolah                             : SMA MUHAMMADIYAH
                                                           BONDOWOSO
2.    NSS                                            : 304052201004
3.    NPSN                                         :
4.    Jenjang Pendidikan                     : SMA
5.    Status Pendidikan                       : Swasta
6.    Alamat Sekolah                          : Jl. Mayjen Panjaitan No. 48
     RT/RW                                       : 7/2
     Kode Pos                                    : 68211
     Kelurahan                                   : Dabasah
     Kecamatan                                  : Kec. Bondowoso
     Kabupaten/kota                          : Kab. Bondowoso
     Provinsi                                       : Prop. Jawa Timur
     Posisi Geografis                          : -7.9227 Lintang, 113.821 Bujur
b.      Data Pelengkap
7.    SK Pendirian Sekolah                 : 3724/11-1/IMT-66/78
8.    Tanggal SK Pendirian                 : 1981-05-05
10. Status kepemilikan                    : Yayasan
11. SK Izin Operasional                  : 421.3/2499/430.10.1/2004
12. Tanggal SK Izin Operasional    : 2014-06-23
13. Kebutuhan Khusu Dilayani       :
14. Nomer Rekening                       : 0312599562
15. Nama Bank                                : BANK JATIM
16. Cabang KCP/Unit                     : BONDOWOSO
17. Rekening Atas Nama                : SMA MUHAMMADIYAH  B                        
18. MBS                                          : Tidak
19. Luas Tanah Milik (m2)              : 1965
20. Luas Tanah Bukan Milik (m2)   : 250
21. Nama Wajib Pajak                     : sma muhammadiyah
22. NPWP                                       : 02.016.293.9-656.000
c.       Kontak Sekolah                              
23. Nomor Telepon                          : (0332)421 950
24. Nomor Fax                                :
     25. Email                                         :
26. Website                                      :
d.      Data Periodik                                 
27. Waktu Penyelenggaraan            : Pagi
28. Bersedia Menerima Bos            : Ya
29. Sertifikat ISO                            : Proses Sertifikasi
30. SumberListrik                            : PLN
31. Daya Listrik (watt)                    : 4400
32. Akses Internet                           : Telkomsel Speedy
33. Akses Internet Alternatif          : Telkomsel Speedy
e.       Sanitasi                                           
34. Kecukupan Air                          : Cukup
35. Sekolah Memproses Air Sendiri: Ya
36. Air Minum Untuk Siswa           : Disediakan Sekolah
37. Mayoritas Siswa Membawa Air 
      Minum                                       : Ya
38. Jumlah Toilet Berkebutuhan
      Khusus                                       : 4
39. Sumber Air Sanitasi                   : Ledeng/PAM
40. Ketersediaan Air di Lingkungan
 Sekolah                                      : Ada Sumber Air
41. Tipe Jamban                               : Cubluk dengan tutup
42. Jumlah Tempat Cuci Tangan     : 4
43. Apakah Sabun dan Air Mengalir
      pada Tempat Cuci Tangan         : Ya
44. Jumlah Jamban Dapat
     Digunakan                                  : Laki-laki (1) Perempuan (1)
45. Jumlah Jamban Tidak Dapat
      Digunakan                                 :  0
Gulo (2008:3), menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rencana dan cara-cara membawakan pengajaran agar prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif. Cara membawakan pengajaran ini merupakan pola dan urutan umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar.
Menurut Hamalik (2001), strategi pembelajaran adalah keseluruhan metode dan prosedur yang menitikberatkan pada kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut makmun (2002:220) merumuskan strategi pembelajaran sebagai prosedur, metode dan teknik belajar mengajar (teaching methode) yang sebagaimana dipandang paling efektif dan efisien serta produktif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh para guru dalam melaksanakan kegiatan mengajarnya.
Strategi pembelajaran di SMA Muhammadiyah Bondowoso, dari penuturan kepala sekolah bahwa “strategi pembelajaran diserahkan kepada guru masing-masing, hanya saja intinya harus sekeratif mungkin dan menyenangkan (sesuai misi) dan sebisa mungkin berbasis IT. Jadi, Hp para siswa agar tidak mubadzir pihak sekolah tidak melarang anak  membawa Hp. Dengan catatan tidak dipergunakan saat jam pelajaran (jika tidak dibutuhkan untuk pembelajaran), tetapi kalau dibutuhkan untuk pembelajaran dengan pengawasan guru itu diperbolehkan karena sekarang mau tidak mau IT jadi bagian dari hidup kita)”. Adapun kurikulum yang digunakan SMA Muhammadiyah Bondowoso ialah Kurikulum 2013. Serta Jumlah siswa dan guru di SMA Muhammadiyan Bondowoso berjumlah 102 (siswa putra putri), guru 21 dan karyawan 3.
Kurikulum 2013 merupakan hasil penyempurnaan kurikulum sebelumnya, yang biasa dikenal dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006. KTSP merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2004 (KBK) yaitu berbasis kompetensi. Pada dasarnya kurikulum KTSP diimplementasikan untuk memberdayakan daerah  dan sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, mengelola dan menilai pembelajaran sesuai dengan kondisi dan aspirasi mereka. Namun karena dalam pelaksanaannya kurikulum ini banyak menuai permasalahan, baik dari segi SDM itu sendiri maupun dari segi sarana prasarana yang tidak mendukung, maka muncullah kurikulum 2013 sebagai bentuk perubahan dari struktur KTSP.
Perbedaan yang paling mendasar antara struktur kurikulum KTSP dan kurikulum 2013 adalah terletak pada pengurangan sejumlah mata pelajaran. Di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terjadi penghapusan sistem penjurusan. Dengan dihapusnya sistem penjurusan di tingkat SMA, maka tidak ada lagi kasta atau pengelompokan yang selama ini terjadi dalam dunia pendidikan. sebagai contoh banyak masyarakat menganggap bahwa jurusan IPA merupakan jurusan favorit karena IPA identik dengan siswa yang pintar, sedangkan jurusan IPS selalu menjadi nomor dua setelah jurusan IPA. Dan perbedaan yang membedakan kurikulum antara KTSP dan kurikulum 2013 ialah mengenai penambahan jam pelajaran. Untuk SMA 39 jam per minggu dengan durasi perjam 45 menit.
Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan antara kurikulum 2013 dan KTSP, tetapi kedua kurikulum ini sama-sama dibuat dan dirancang oleh Departemen Pendidikan Nasional  dan terdapat beberapa mata pelajaran yang masih sama seperti yang digunakan KTSP.[3]

Dari wawancara kami, kepala sekolah mengatakan mengenai Penerapan strategi kepala sekolah bagi pihak-pihak guru dan staf dalam hal kurikulum dan pembelajaran. Bahwasanya, “setiap apa-apa yang kita sepakati kita laksanakan, saya hanya mengevaluasi ketika sudah disusun bersama. Supervisi evaluasi di semua lini terlaksana 6 bulan sekali. jadi dalam satu tahun 2 kali dari kepala sekolah, untuk pembelajaran ada tim supervisi sendiri dari sekolah, dalam hal ini waka kurikulum, unsur guru  dan terutama guru senior”. Dari jawaban kepala sekolah tersebut, kami tarik kesimpulan bawah kepala menggunakan kepemimpinan demokratis.



Miftah Toha mengatakan gaya kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Sudarwan Danim, menyatakan kepemimpinan demokratis bertolak dari asumsi bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuan-tujuan yang bermutu tercapai.
Pemimpin demokratis, perilakunya mendorong bawahannya untuk menumbuhkan dan mengembangkan daya inovasi dan kreativitasnya. Pemimpin yang demokratis tidak akan takut membiarkan para bawahannya untuk mengembangkan ide-idenya meskipun ada kemungkinan ide itu akan berakibat pada kesalahan. Apabila terjadi kesalahan, pemimpin demokratik akan merumuskan kesalahan yang dibuat oleh bawahannya sehingga diharapkan bawahannya akan belajar dari kesalahan-kesalahannya dan akan menjadikan anggota onggota organisasi yang lebih bertanggung jawab.[4]
Dalam Al-Qur’an kita dianjurkan untuk bersikap demokratis yaitu yang terletak pada Q.S. Assyura 42:38
وَالّذِينَ اسْتجابوا لربهم وأقاموا الصلاة وأرهم شورى بينَهم ومِمَّا رزَقنا ينفقونَ
“Dan (bagi)orang-orang yang menerima (mamtuhi seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan)dengan musyawaroh antara mereka dan mereka menfkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka”.
Kepemimpinan Demokratis menghargai potensi setiap individu maupun mendengarkan nasihat dan sugesti bawahan. Juga, bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat. Kepemimpinan demokratis sering disebut sebagai kepemimpinan gorup developer.[5]



Menurut Sondang P. Siagan sebagaimana dikutip Hadari Narwawi, bahwa karakteristik tipe kepemimpinan demokratis adalah kemampuan pemimpin mengintegrasikan organisasi pada peranan dan porsi yang tepat, mempunyai persepsi yang holistik, menggunakan pendekatan integralistik, organisasi secara keseluruhan, menjunjungjung tinggi harkat dan martabat bawahan, nawahan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, terbuka terhadap ide, padangan dan saran dari bawahan, teladan, bersifat rasional dan objektif, serta memelihara kondisi kerja yang kondusif, inovatif dan kreatif.[6]

1.      Manajemen Strategi Keuangan
Salah satu unsur yang penting dimiliki oleh suatu sekolah agar menjadi sekolah yang dapat mencetak anak didik yang baik adalah dari segi keuangan. Manajemen keuangan sekolah sangat penting hubungannya dalam pelaksanaan kegiatan sekolah. Ada beberapa sumber dana yang dimiliki oleh suatu sekolah, baik dari segi pemerintah maupun pihak lain.
Pengelolaan keuangan pendidikan merupakan salah satu subtansi pengelolaan sekolah yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah. Sebagai mana yang terjadi di instansi pengelolaan pendidikan pada umumnya, kegiatan pengelolaan keuangan dilakukan melaui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, pengawasan atau pengendalian.
Tujuan pengelolaan keuangan ialah meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan sekolah, meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan sekolah, dan meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. Pengelolaan keuangan sekolah memerhatikan sejumlah prinsip. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik.[7]
Sumber dana di SMA Muhammadiyah Bondowoso, sesuai dengan penuturan kepala sekolah ialah dari usaha cuci motor dan kantin. Kantin beserta tempat cuci motor tersebut di sediakan lahan untuk orang yang mau berjualan dan mengelola. Kalau dari dana BOS SMA Muhammadiyah Bondowoso tidak banyak terlalu berharap karena ada ketentuan-ketentuannya sementara untuk kebutuhan yang lain sebisa mungkin menciptakan sumber dana yang baru yang mandiri.
2.      Manajemen Strategi Menarik Minat Masyarakat
Sekolah sebagai lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat, harus memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan dan tuntutan masyarakat.
Secara etimologis “hubungan masyarakat” diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris “public relation”, yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antara satu organisasi  (sekolah) dengan masyarakat.
Dalam hubungan sekolah dengan masyarakat hendaklah selalu berpegang kepada prinsip-prinsip yang dijadikan landasan/pedoman bagi tindakan dan kebijaksanaan yang akan diambil. Adapun prinsip-prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat ialah:
a.         Kerjasama harus dimodali dengan itikad baik untuk menciptakan citra baik tentang pendidikan
b.        Pihak awam berperan serta membantu dan merealisasikan program sekolah, hendaknya menghormati dan menaati ketentuan/peraturan yang diberlakukan sekolah
c.         Berkaitan dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih berkewajiban dan lebih berhak menanganinya.



d.        Partisipasi dan peran serta masyarakat tidak saja dalam bentuk gagasan/saran/usu/ tetapi juga berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakannya benar-benar bermanfaat bagi kemajuan sekolah
e.         Partisipasi peran masyarakat tidak dibatasi oleh jenjang sekolah tertentu sepanjang tidak mencampur urusan teknis edukatif/akademis.[8]
Adapun dalam hal menarik minta di SMA Muhammadiyah Bondowoso. Strategi kelapa sekolah ialah ada beberapa macam; yang pertama sosialisasi kesekolah-sekolah SMP, kedua memberdayakan siswa, seperti mensosialisasikan ke adek tingkatnya, ketiga pertemuan alumni, keempat menggunakan bener dan media sisoal yang hanya dimiliki SMA Muhammadiyah Bondowoso saja seperti fb resmi (tidak ada website).

G.  Lingkungan Eksternal dan Internal SMA Muhammadiyah Bondowoso
Terdapat beberapa faktor yang mempunyai pengaruh terhadap organisasi yang dapat diklasifikasikan menjadi lingkungan eksternal dan internal.
1. Lingkungan Eksternal
Richard Obsom, (1980:130) mengklasifikasikan lingkungan eksternal organisasi menjadi dua macam, yaitu lingkungan umum dan khusus.
Lingkungan umum yaitu kekuatan-kekuatan yang berinteraksi dan berpengaruh terhadap seluruh sektor kehidupan manusia. Lingkungan umum meliputi komponen-komponen sebagai berikut:
a.       Budaya (culture). Richard Osbom mengutip definisi budaya sebagaimana dikemukakan oleh F.B Taylor dalam buku Primitive Culture (1871:71) bahwa, budaya ialah keseluruhan yang bersifat kompleks, yang meliputi pengetahuan, kepercayaan atau keyakinan, kesenian, moral, kebiasaan dan kemampuan serta kebiasaan lain yang diperlukan manusia sebagai anggota masyarakat.
b.      Iklim Ekonomi. Kondisi ekonomi suatu bangsa menampilkan fisik dan jasa secara potensial untuk menyelanggarakan organisasi-organisasi yang berkembang didalamnya.
c.       Lingkungan Politik dan Hukum. Menurut Raney dalam bukunya The Goveming Of Man, (1971) semua bangsa memiliki sistem hukum dan politik untuk melindungi tekanan-tekanan yang datangnya dari luar dengan jalan menegakkan aturan-aturan yang bersifat memaksa dengan menggunakan alat-alat yang bersifat dominan serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi dibarengi dengan upaya untuk memajukan kehidupan ekonomi dengan tetap memelihara keutuhan identitas.
d.      Lingkungan Pendidikan. organisasi membutuhkan sumber daya ekonomi untuk dapat tumbuh dan berkembang. Organisasi juga harus memiliki orang-orang terdidik untuk mempertahankan seluruh hidupnya. Hal ini karena orang-orang yang berpengetahuan dan berkeahlian merupakan jantung dan hati seluruh kehidupan bagi setiap organisasi dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya. 
Lingkungan khusus diartikan oleh Osbom sebagai sejumlah kekuatan yang terdiri atas organisasi, individu-individu dan lembaga-lembaga yang berinteraksi dengan organisasi. Komponen-komponen khusu meliputi:
a.  Pemasok input (input suppliers): tenaga kerja (labor), modal (money) dan bahan mentah (raw materials)
b.   Penyalur output (output distributors), yaitu dunia perdagangan
c.   Pesaing(competitors), yaitu lembaga-lembaga yang merupakan bagian dalam penyebaran output bersama-sama memperebutkan porsi pasar
d.   Peraturan-peraturan pemerintah (government yurisdiction)
e.   kelompok khusu (spesial grup), yaitu antara lain serikat buruh, kaum profesional.
2.  Lingkungan Internal
Adapun lingkungan internal organisasi, ada juga yang menyebutnya lingkungan mikro organisasi. Meliputi tujuan organisasi, struktur organisasi, pengambilan keputusan, motivasi, komunikasi, koordinasi kepemimpinan serta budaya organisasi.
Faktor yang mempunyai kaitan erat dengan struktur organisasi antara lain adalah organisasi, teknologi, lingkungan dan faktor strategi pilihan.
a.       Ukuran dan Kompleksitas Organisasi
Terdapat sejumlah komponen yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran organisasi adalah  pertama, kapasitas fisik organisasi. Hal ini berkaitan dengan daya atau sarana pelayanan yang dimiliki organisasi. Kedua, aspek personel yang tersedia pada orgasinasi. Misalnya, banyaknya karyawan yang dipekerjakan pada organisasi perusahaan atau banyaknya mahasiswa yang belajar pada perguruan tinggi. Ketiga, adalah aspek input dan output organisasi. Keempat, adalah aspek sumber daya yang tersedia secara langsung di dalam suatu organisasi dalam bentuk kekayaan bersih (wealth or assets).
b.      Peranan Teknologi dalam Organisasi
Perrow melakukan pendekatan terhadap teknologi berdasarkan Raw Material yang digunakan oleh organisasi. Karakteristik bahan baku yang diolah oleh organisasi mempengaruhi bagaimana organisasi disusun dan dilaksanakan. Bahan mentah dalam hal ini merupakan makhluk hidup (umat manusia, hewan, tumbuhan, simbol atau objek lainnya). Manusia merupakan bahan mentah bagi lembaga pendidikan, hewan bagi perusahaan peternakan, tumbuhan bagi industri pertanian dan simbol bagi perusahaan perbankan.
c.       Faktor Lingkungan
Khandwalla (1972, Environment and It’s Impact on The Organization) yang mengkaji elemen-elemen lingkungan organisasi, membedakan lingkungan organisasi menjadi dua. Pertama, Friendly environment yaitu lingkungan yang ramah yang memberikan dukungan dana dan nilai-nilai budaya. Kedua, Hostile environment yaitu lingkungan yang tidak ramah, berupa lingkungan yang mengekang perkembangan organisasi. Struktur organisasi dalam lingkungan yang ramah, akan dipantau oleh kelompok yang bekerja sama dalam suatu mekanisme yang bersifat terbuka. Pada lingkungan yang tidak ramah, organisasi akan diatur secara ketat melalui Sentralisasi dan Standarisasi.
d.      Faktor-faktor Pilihan Strategis (The Strategic Choice Factors)
Gagasan tentang faktor-faktor pilihan strategis dikemukakan oleh Chander (1962) dengan upaya mengembangkan persepsi pemasaran dalam kaitannya dengan lingkungan yang ada. Lingkungan organisasi mengandung tekanan dan berbagai kemungkinan jalan keluar untuk mengantisipasi kondisi pasar berpengaruh terhadap struktur organisasi yang dipilih. Politik internal organisasi sangat tergantung pada rangkaian kekuatan yang ada di dalam organisasi. Pilihan strategis di dalam organisasi dibentuk atas dasar “bounded rationality” (rasionalitas yang terbelenggu) yang berarti tidak selalu berdasarkan pertimbangan optimal melainkan oleh rasionalitas yang sudah melembaga. Selain dari itu juga oleh equifinality, yaitu ketersediaan sejumlah alat untuk mencapai tujuan organisasi.[9]
Problem-problem dari segi eksternal dan internal di SMA Muhammadiyah Bondowoso ialah:  dari eksternal, masih banyak orang tua murid yang menganggap sekolah swasta kurang bagus. Segi internal, masih banyak fasilitas yang belum cukupi untuk mengembangakan kreatifitas siswa. Contohnya, tersedianya mesin jahit 6 unit dan komputer 20 unit, sedangkan  banyak siswa yang berminat mempelajarainya. Potensinya banyak tetapi tantangannya sarana kurang (bukan tidak ada).
Adapun upaya dalam menghadapi poblem eksternal ialah membuktikan bahwa SMA Muhammadiyah Bondowoso mempunyai kualitas dengan cara sebisa mungkin dalam pembelajaran, memaksimal dalam pemberian keterampilan. Ada beberapa ekstra double track seperti: belajar menjahit, komputer, mengemudi serta yang wajib di SMA Muhammadiyah Bondowoso tapak suci dan pramuka. Hal tersebut untuk membuktikan bahwa SMA Muhammadiyah Bondowoso layak diperhitungkan. Upaya dalam menghadapi tantangan internal ialah karena tantangan terberatnya sarana prasarana, sebisa mungkin SMA Muhammadiyah Bondowoso mewujudkan seperti yang tercantum di misinya. Dengan mewujudkan sumber-sumber dana baru untuk memenuhi kebutuhan sarana itu.
Strategi kepala sekolah dalam menghadapi lingkungan eksternal dan internal tersebut: strategi mengahadpi lingkungan sekitar (eksternal), ialah merangkul. Maksudnya, mengikutkan mereka dalam kegiatan dan memberikan fasilitas yang ada di SMA Muhammadiyah. Contohnya, halaman SMA Muhammadiyah Bondowoso digunakan untuk acara lomba agustusan oleh sekitar warga. Dalam menghadapi lingkungan internal, yaitu dengan menerapkan segala aturan yang disepakati bersama (membuat peraturan-peraturan bersama disosialisasikan, dengan sendirinya karyawan akan tau saat meraka melanggar dan tidak melaksanakan dan sebagainya).

1.      Strenghts (kekuatan)
a. SMA Muhammadiyah Bondowoso tempatnya strategis berada di pusat kota, karena kebanyakan sekolah swasta tidak ada yg representatif seperti itu.
b. Gedungnya bagus, dalam konteks sekolah swasta yang ada di bondowoso.
c. Sarana  prasarananya walaupun masih kurang tetapi sudah memadai, dari sarana olahraga ekstranya dan lain-lain.
d. Dilihat dari unsur gurunya sudah lulusan s1 semua dan tercover di dapodik semua.
e. SMA Muhammadiyah Bondowoso mempunya armada antar jemput siswa.
f. terdapat asrama putra dan asrama putri, fasilitasnya gratis semua, mendapat uang jajan serta di kuliahkan
2.      Weaknesses (kelemahan)
a. Di Bondowoso nama “Muhammadiyah” masih dianggap sebelah mata
b. Sekolah swasta masih dianggap sebelah mata



3.       Opportunities (peluang)
untuk siswa besar karena kekuatan itu tadi hanya butuh pemaksimalan saja.
4.      Threats (ancaman)
Ancaman terbesarnya bisa tutup kalau upaya pemaksimalan kekuatan tadi tersebut kurang maksimal. Dari segi eksternal, dianggap berbeda. Dan dari segi internal tidak terlalu signifikan, seperti ketidak tertiban untuk beberapa orang tapi sudah bisa  diatasi dengan pembinaan. Kalau dari segi sekolah yg saling berdekatan tidak mempengaruhi karna diakui atau tidak kemapuan kami berbeda, mangsa pasarnya berbeda jadi belum bisa dikatakan ancaman, yang jadi ancaman itu yang sama-sama swastanya.

I.   Metode Penelitian
Dalam penelitian ini, kami menggunakan trianggulasi data, yaitu memperoleh data yang sama dari subjek/sumber yang lain menggunakan metode yang berbeda dengan sumber yang pertama. Melakukakn terianggulasi dimaksudkan untuk meningkatkan ketepatan dan kebenaran data penelitian, sehingga menggiring pula pada keakuratan hasil penelitian. Cara ini pun sekaligus dapat mencegah subjektivitas dalam penelitian.[10]
Adapun data-data yang telah kami bandingkan, sebagai berikut:
1. Mengenai staregi pembelajaran di SMA Muhammadiyah Bondowoso. Data pertama, bahwa menurut penuturan kepala sekolah strategi pembelajaran diserahkan kepada guru masing-masing. Guru harus sekeratif mungkin dan menyenangkan (sesuai misi) serta berbasis IT. siswa tidak dilarang membawa Hp, dengan catatan untuk keperluan pembelajaran dan diawasi oleh guru. Data kedua, terdapat ruangan laboratorium komputer terisi 20 unit komputer yang layak pakai digunakan siswa, bertujuan untuk mewujudkan sekolah berbasis IT. Laboratorium IPA dan laboratorium jahit, yang terdapat mesin jahit 6 unit untuk meningkatkan kreatifitas siswa. Untuk membuktikan bahwa SMA Muhammadiyah mempunyai kualitas dalam pembelajaran, kami maksimal dalam pemberian keterampilan, beberapa ekstra double track (jalur ganda), selain menjahit dan  komputer ada juga mengemudi, wajib mengikuti tapak suci dan pramuka untuk membuktikan bahwa layak diperhitungkan. Data ketiga, foto-foto kegiatan tersebut, berjejernya piala-piala yang diraih oleh siswa SMA Muhammadiyah terpajang di ruang kepala sekolah dan bener siswa yang masuk di perguruan tinggi (ada 10 siswa).
2. Mengenai strategi kepemimpinan, dari penuturan kepala sekolah bahwa setiap kegiatan melalui kesepakatan bersama. Kepala sekolah hanya mengevaluasi ketika sudah disusun bersama. supervisi evaluasi disemua lini dilaksanakan 6 bulan sekali. Untuk pembelajaran ada tim supervisi sendiri dari sekolah (waka kurikulum, unsur guru  dan terutama guru senior). Kami menyimpulkan, bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SMA Muhammadiyah menggunakan tipe kepemimpinan demokratis.
3. Mengenai staregi keuangan di SMA Muhammadiyah, menurut penuturan kepala sekolah bersumber dari usaha cuci motor, kantin dan bos. Dana BOS SMA Muhammadiyah tidak terlalu berharap banyak terhadap dana Bos karena ada ketentuan-ketentuannya sementara untuk kebutuhan yang lain sebisa mungkin menciptakan sumber dana yang baru dan mandiri. Data pertama, tersedianya lahan kantin dan cuci motor. Data kedua, kantin tersebut tergolong kecil. Yang di jual seperti nasi, minuman dan makanan ringan yang terletak di sebelah timur SMA Muhammadiyah. Adapun tempat cuci motor tersebut tidak terlalu besar, berada di sebelah barat SMA muhammadiyah. Data ketiga, menurut kesimpulan kami. Karena kami tidak bisa mewawancarai pengelola kantin dan tempat cuci motor secara langsung. Jika dilihat dari pengaman pengalaman kami, kebutuhan sekolah bisa tercukupi dari kedua usaha tersebut jika dikumpulkan  dalam jangka 6 bulan. Maka dana dari kedua usaha tersebut bisa terkumpul untuk membeli 1 unit komputer duduk. 
4. Mengenai staregi menarik minat masyarakat, SMA Muhammadiyah Bondowoso melakukan beberapa macam kegiatan: yang pertama sosialisasi kesekolah-sekolah SMP, kedua memberdayakan siswa, seperti mensosialisasikan ke adek tingkatnya, ketiga pertemuan alumni, keempat menggunakan bener dan media sisoal yang hanya dimiliki SMA Muhammadiyah Bondowoso saja seperti fb resmi (tidak ada website). Terbukti dari sosialisasi kesekolah-sekolah, dari SMPN Taman Krocok berhasil membawa masuk 30 siswa untuk sekolah di SMA Muhammadiyah Bondowoso. 
5. Mengenai lingkungan esternal dan internal di SMA Muhammadiyah Bondowoso. Data pertama, dari  jawaban kepala sekolah problem dari segi eksternal masih banyak orang tua murid yang menganggap sekolah swasta kurang bagus. Dari segi internal, masih banyak fasilitas yang belum cukupi untuk mengembangakan kreatifitas siswa. seperti, tersedianya mesin jahit 6 unit dan komputer 20 unit, sedangkan  banyak siswa yang berminat mempelajarainya. Potensinya banyak tetapi tantangannya sarana kurang (bukan tidak ada). Kedua, mengenai sekolah swasta kurang bagus, permasalahan ini memang lumrah di kalangan masyarakat termasuk dilingkungan pendidikan kami. ketika kami mengelilingi melihat laboratorium komputer sebanyak 20 unit layak dipakai. Namun, dari mesin jahit kami tidak bisa melihat langsung karena tidak tau ketempatnya. Ketiga, suksesnya 10 siswa masuk perguruan tinggi merupakan keberhasilan SMA Muhammadiyah menangani problem eksetrnal dan internal.











Sejarah berdirinya SMA Muhammadiyah 1 Bondowoso dilatar belakangi adanya desakan dari siswa-siswi SMP Muhammadiyah yang telah lulus ujian negara. Mereka ingin melanjutkan kejenjang sekolah menengah yang berbasi Islam Muhammadiyah. Atas desakan tersebut guru-guru Muhammadiyah pimpinan H. AG. Dwidjosoeparto beserta R. Muhammad Makam Hisjam, IR. Sugiman, Moelono, Muhammad aslam mendirikan SMA Muhammadiyah pada oktober 1948 menempati Sekolah Rakyat VI Muhammadiyah Bondowoso (sekarang SD Muhammadiyah) di jalan Bhayangkara 5 Bondowoso.
Visi SMA Muhammadiyah Bondowoso adalah “Mewujudkan lembaga yang unggul dan mampu membentuk peserta didik yang berimtaq, cerdas, kompetitif dan berjiwa muhammadiyah”. Adapun Misi SMA Muhammadiyah Bondowoso adalah peningkatan jumlah siswa, melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif dan berbasis IT, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, melaksanakan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pendidikan dan mewujudkan sumber-sumber pembelajaran swasta dan bantuan pemerintah yang di kelola secara transparan.
SMA Muhammadiyah Bondowoso, menggunakan kurikulum K13. Adapun strategi pembelajaran diserahkan kepada guru masing-masing, harus keratif dan menyenangkan (sesuai misi) serta sebisa mungkin berbasis IT. Adapun Sumber dana di SMA Muhammadiyah Bondowoso, dari usaha cuci motor dan kantin. Kalau dari dana BOS SMA Muhammadiyah Bondowoso tidak banyak terlalu berharap karena ada ketentuan-ketentuannya sementara untuk kebutuhan yang lain sebisa mungkin menciptakan sumber dana yang baru yang mandiri.
dalam hal menarik minta di SMA Muhammadiyah Bondowoso. Strategi kelapa sekolah ialah ada beberapa macam; yang pertama sosialisasi kesekolah-sekolah SMP, kedua memberdayakan siswa, seperti mensosialisasikan ke adek tingkatnya, ketiga pertemuan alumni, keempat menggunakan bener dan media sisoal yang hanya dimiliki SMA Muhammadiyah Bondowoso saja seperti fb resmi (tidak ada website).





Erisman, Afri & Azhar, Andi. 2015. Manajemen Staregi. Yogyakarta: Deepublish.
SMA Muhammadiyah Bondowoso, “Sejarah Berdiri”, http://smambws.blogspot.com/2014....,  diakses pada 28 November 2019, pukul 12.15
Suyadi & dahlia. 2014. Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.
Senang & Maslachah. 2018. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan Islam. Malang: Madani.
Kurniadin , Didin & Machali, Imam. 2016. Manajemen Pendidikan: Konsep & Prinsip Pengelolaan Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Ismaya, Bambang. 2015. Pengelolaan Pendidikan. Bandung: PT Refika Aditama.
Djatmiko, Yayat H. 2005. Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta.


LAMPIRAN





[1] Afri Erisman & Andi Azhar, Manajemen Staregi. Yogyakarta: Deepublish, 2015. Hal. 2-7
[2] SMA Muhammadiyah Bondowoso, “Sejarah Berdiri”, http://smambws.blogspot.com/2014....,  diakses pada 28 November 2019, pukul 12.15
[3] Suyadi & dahlia, Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013. (Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2014). Hal. 14-15
[4] Senang & Maslachah, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan Islam. (Malang: Madani, 2018). Hal. 42
[5] Didin Kurniadin & Imam Machali, Manajemen Pendidikan: Konsep & Prinsip Pengelolaan Pendidikan. (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016) Hal. 305-306.
[6] Senang & Maslachah, Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan Islam. (Malang: Madani, 2018). Hal. 43-44
[7] Bambang Ismaya, Pengelolaan Pendidikan. (Bandung: PT Refika Aditama, 2015). Hal. 135-137
[8] Ibid. Hal. 157-158
[9] Yayat H. Djatmiko, Perilaku Organisasi. Bandung: Alfabeta, 2005. Hal. 22-46
[10] Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: KENCANA, 2017. Hal. 335

Pengertian, Fungsi dan Tujuan SIM

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DOSEN ...