MAKALAH
MANAJEMEN LABORATORIUM
PENDIDIKAN
LABORATORIUM DI LEMBAGA
PENDIDIKAN
Dosen
Pengampu : Fitri Nur Hidayat, S.Th.I, M.Pd.I
Disusun
oleh : 1. Eva Sitty
2.
Nur Aini
3.
Shoma Amalia
4.
Wardatul
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AT TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AKADEMIK
2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya akhirnya
makalah Manajemen Pendidikan Islam yang berjudul “Laboratorium di Lembaga
Pendidikan” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
Kami
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam menyusun
makalah ini. Sehingga dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Kami berharap
makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai laboratium di
lembaga pendidikan.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih
terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh sebab itu kami menerima kritik dan
saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini. Mudah - mudahan
penulisan makalah ini ada manfaatnya khususnya bagi kami dan umumnya bagi
pembaca.
Penyusun
Bondowoso,
23 Maret 2019
DAFTAR ISI
Halaman Sampul............................................................................................ i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................
1
B.
Rumusan
Masalah ....................................................................... 2
C.
Tujuan Masalah ........................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN………………………………………………… 3
A. Struktur
Organisasi Laboratoriumt ............................................. 3
B. Kualifikasi
Personel Laboratorium ............................................. 4
C. Standarisasi
Desain Laboratorium .............................................. .7
BAB
III PENUTUP……………………………………………………….. 12
A. Kesimpulan.................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan
percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu Fisika,
Kimia, Dan Biologi. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk
mencapai suatu kompetensi yang diharapkan siswa. Untuk meningkatkan efesiensi
dan efektivitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan ada artinya jika
tidak ditunjang dengan manajemen yang baik. Karena itu, guna mengngoptimalkan
fungsi laboratorium perlu adanya pengelolaan secara baik untuk kelancaran
proses belajar mengajar. Berdasarkan peraturan pemerintah No. 32 Tahun 2013
sebagai pengganti pp No. 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan Nasional,
bahwa laboratorium merupakan sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang
proses pembelajaran.
Manajemen laboratorium (laboratory
management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium
dapat dikelola dengan sangat baik ditentukan oleh beberapa faktor yang saling
berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang
canggih,dengan sataf profesional yang terampil belum tentu dapat berfungsi
dengan baik, apabila tidak didukung dengan adanya manejemn laboratorium yang
baik. Oleh karena itu manajemen labroratorium adalah suatu bagian yang tidak
dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari. Suatu manajemen
laboratorium yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job
description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efesien,
disiplin, dan administrasi laboratorium yang baik pula.
Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan
lebih efektif jika dalam struktur organisasi laboratoriun didukung oleh Board
of Managemen yang berfungsi sebagai pengarah dan penasehat. Board of
Management terdiri atas para senior atau profesor yang mempunyai kompetensi
dengan kegiatan laboratorium yang bersangkutan.
Tujuan anak sekolah ialah agar si anak menjadi
anak baik, pintar serta terampil. Dibutuhkan proses yang panjang dan tidak
sederhana agar tujuan tersebut berhasil dicapai. Sekolah menyediakan sarana
untuk pengembangan rasa, pikir, dan raga siswa. Seperti masjid, perpustakaan,
laboratorium, dan tempat olahraga.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Struktur Organisasi Laboratorium ?
2. Siapa Personel Laboratorium ?
3. Apa Standarisasi Desain Laboratorium ?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui Struktur Organisasi Laboratorium
2. Mengetahui Siapa Personel Laboratorium
3. Mengetahui Standarisasi Desai Laboratorium
BAB II
PEMBAHASAN
A. Struktur Organisasi Laboratorium
Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan
percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu Fisika,
Kimia, Dan Biologi. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk
mencapai suatu kompetensi yang diharapkan siswa. Untuk meningkatkan efesiensi
dan efektivitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik
mungkinPenanggung jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah
kepala laboratorium. Kepala laboratorium bertanggung jawab terhadap semua
kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan
yang ada. Para anggota laboratorium yang berada di bawah kepala laboratorium
juga harus sepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang
dibebankan padanya. Untuk mengantisipasi dan menangani kerusakan peralatan
diperlukan teknisi yang memadai.
Bentuk struktur organisasi laboratorium:
Dalam pengelolaan
laboratorium dibutuhkan personal-personal yang memahami tugas dan tanggung
jawab masing-masing.
- Laboratorium
perlu dikelola secara baik oleh staf atau personal laboratorium yang bertugas agar
Laboratorium dapat digunakan secara efektif dan efisien.
- Pengelola
laboratorium terdiri dari koordinator Laboratorium (dari dosen/ guru) dan
teknisi/ laboran (staf khusus).
- Koordinator
Laboratorium bertanggungjawab mengkoordinasikan seluruh laboratorium yang
ada di sekolah
- Kepala
Laboratorium ( Ka. laboratorium ) atau penanggung jawab laboratorium, bertugas:
a. Mengelola laboratorium
b. Merencanakan dan mengadakan alat bahan untuk kegiatan praktikum
c. Bertanggungjawab terhadap kelangsungan pelajaran
yang berada dalam suatu laboratorium
d. Mengembangkan tim untuk kemajuan laboratorium
e. Mengembangkan kerjasama dengan pihak luar untuk
pemanfaatan dan peningkatan fasilitas laboratorium.
5. Laboran
bertanggungjawab untuk menyiapkan bahan dan alat menjelang praktikum,
pengecekan periodik, pemeliharaan dan penyimpanan alat-bahan. [1]
B. Kualifikasi Personel Laboratorium
Untuk
itu diperlukan kemampuan manajerial bagi pengelola laboratorium hal ini sesuai
dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 mengenai
kemampuan merencanakan dan mengembangkan laboratorium, mengelola kegiatan
laboratorium dan tenaga laboratorium, memantau kegiatan laboratorium beserta
sarana dan prasarana, dan mengevaluasi kegiatan laboratorium serta aktivitas
tenaga laboratorium lainnya.[2]
Menurut Mulyasa, menyatakan
“bahwa kepala sekolah bertanggung jawab atas menajemen pendidikan secara makro,
yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah”. Pasal 22
ayat 1 PP 28 tahun 1990 berbunyi bahwa: “Kepala sekolah bertanggung jawab atas
penyelenggaraan kegiatan pendidikan lainnya, dan pendayagunaan serta
pemeliharaan sarana dan prasarana”.
Oleh karena itu,
diupayakan peranan laboran dalam perencanaan, kepemimpinan dan laboratorium
dilakukan secara optimal sehingga berimplikasi terhadap peningkatan mutu
pembelajaran di SMA. Dengan demikian sebagus apapun suatu laboratorium, bila
tidak didukung oleh tata kelola yang baik, maka tidak akan menghasilkan
kegiatan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Oleh karena itu, agar tata
kelola laboratorium berjalan sesuai dengan harapan, maka diperlukan seorang
manager (dalam hal ini kepala laboratorium) yang memahami betul bagaimana
pengelolaan laboratorium dilakukan. Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah
satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan
kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium yaitu :
1.
Penanggung
jawab laboratorium bertugas menyusun tata tertib laboratorium, program kerja laboratorium, dan
jadwal pelaksanaan kegiatan praktikum;
bersama-sama dengan laboran
melakukan inventarisasi dan
adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas;
bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan
keindahan lab; bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana,
menyusun dan mengajukan kebutuhan alat dan bahan kepada Kepala Sekolah, serta
menciptakan suasana akademik laboratorium yang nyaman dan kondusif sehingga
menjamin keselamatan kerja di laboratorium.
2.
Laboran
bertugas memfasilitasi setiap kegiatan laboratorium yang dilaksanakan sesuai
dengan program dan tujuan penyelenggaraan laboratorium; menyiapkan alat dan
bahan yang diperlukan untuk kegiatan praktikum;
memberikan pelayanan kepada guru dan praktikan selama kegiatan praktikum
berlangsung; melakukan inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas; bertanggung jawab terhadap
keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; serta bertanggung jawab
terhadap perawatan sarana dan prasarana. Agar
laboran dapat bekerja secara
optimal, maka perlu menguasai dan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan
ruang lingkup tugasnya di
laboratorium seperti administrasi laboratorium, layanan laboratorium,
pemeliharaan dan perawatan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan bahan dan
alat-alat laboratorium, serta tugas-tugas
lain yang diberikan oleh penanggung jawab laboratorium.
Sebagaimana tenaga
kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga
fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi
dan sertifikasi. Empat kompetensi utama yang harus dipenuhi sebagai seorang
laboran atau teknisi sebagaimana yang tercantum dalam Permen No. 26 tahun 2008
tersebut adalah :
- Kompetensi
Kepribadian
- Kompetensi
Sosial
- Kompetensi
Administratif
- Kompetensi
Profesional.[3]
Adapun Kualifikasi kepala laboratorium
Sekolah/Madrasah menurut permendiknas ini adalah sebagai berikut:
- Jalur
guru
a.
Pendidikan
minimal sarjana (S1)
b.
Berpengalaman
minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum
c.
Memiliki
sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau
lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.
Jalur
laboran/teknisi
a.
Pendidikan
minimal diploma tiga (D3)
b.
Berpengalaman
minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi
c.
Memiliki
sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau
lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sementara itu Kualifikasi
teknisi laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
1. Minimal
lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium,
yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Memiliki
sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau
lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sedangkan Kualifikasi laboran sekolah/madrasah
adalah sebagai berikut:
1. Minimal
lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Memiliki sertifikat laboran sekolah/madrasah
dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.[4]
C. Standarisasi Desain Laboratorium
Bagaimanakah bentuk
laboratorum yang ideal? Berapa besar ukurannya? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak
serta merta dapat kita dijawab, karena sebuah laboratorium dibangun untuk
tujuan tertentu. Artinya sebelum laboratorium itu dibangun harus tahu dulu
untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. Misalnya
laboratorium yang akan digunakan untuk
pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah,tentunya akan memiliki bentuk yang
berbeda dengan laboratorium untuk penelitian. Demikian pula, laboratorium untuk
penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium
untuk ekologi. Pada umumnya bentuk, ukuran dan tata ruang suatu laboratorium
didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan
aktivitasnya. Disamping bentuk, ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian,
karena fungsi laboratorium di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk percobaan yang bersifat individual. Umumnya
laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses
belajar mengajar. Jumlah siswa yang melebihi kapasiitas ruangan laboratorium
dalam satu kali percobaan akan
mengganggu kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas
lainnya. Sebuah laboratorium dengan
ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan
rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan luas
laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan
ukuran lebih luas lagi, misalnya 3 – 4 m2 untuk setiap mahasiswa.
1. Jenis
Laboratorium
Seperti telah disinggung
diatas bahwa laboratorium ada bermacam-macam jenisnya. Di sekolah menengah,
umumnya jenis laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan
laboratorium tersebut. Karena itu di sekolah-sekolah untuk pembelajaran IPA
biasanya hanya dikenal laboratorium fisika, laboratorium kimia dan laboratorium
biologi. Di SLTP mungkin hanya ada laboratorium IPA saja. Di Perguruan Tinggi,
untuk satu jurusan saja, mungkin
terdapat banyak laboratorium. Di Jurusan Biologi, kita kenal laboratorium
Fisiologi, laboratorium Mikrobiologi, laboratorium Ekologi, laboratorium
Genetika dan lain-lain. Bahkan ada laboratorium yang lebih spesifik lagi
seperti laboratorium Kultur jaringan tumbuhan. Kadang-kadang atas pertimbangan
efisiensi, suatu ruangan laboratorium difungsikan sekaligus sebagai ruangan
kelas untuk proses belajar mengajar IPA . Laboratorium jenis ini dikenal
sebagai Science classroom-laboratory. Kelebihan jenis laboratorium ini bersifat
multiguna.
Contoh tata letak
laboratorium jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut ini:
2. Tata
Letak Laboratorium
Pemakai laboratorium
hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan
suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur
bangunan. Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan kelas. Banyak faktor
yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor-faktor
tersebut antara lain lokasi bangunan laboratorium dan ukuran-ukuran ruang. Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium
antara lain tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau
pemukiman. Hal ini dimaksudkan untuk
menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan laboratorium
tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi sumber air. Bangunan laboratorium
jangan terlalu dekat dengan bangunan lainnya. Lokasi laboratorium harus mudah
dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila
terjadi kebakaran, mobil kebakaran harus dapat menjangkau bangunan
laboratorium. Selain persyaratan lokasi,
perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan laboratorium untuk
pembelajaran sains umumnya terdiri dari ruang utama dan ruang perlengkapan.
Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan
praktikum. Ruang perlengkapan umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang
penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan
bahan-bahan yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa maupun untuk guru. Ruang penyimpanan atau
gudang terutama digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk
bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang).
Selain ruangan-ruangan tersebut, mungkin juga sebuah laboratorium memiliki
ruang gelap (dark room), ruangan spesimen, ruangan khusus untuk penyimpanan
bahan-bahan kimia dan ruang adminitrasi atau staf . Hal ini didasarkan atas
pertimbangan keamanan berbagai peralatan laboratorium dan kenyamanan para
pengguna laboratorium. Penyimpanan
alat-alat di dalam gudang tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Demikian
pula penyimpanan alat-alat gelas tidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat
dari logam. Ukuran ruang utama lebih
besar dari pada ukuran ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Contoh apabila
luas lantai untuk sebuah bangunan laboratorium 100m2, 70 – 80 m2 diguanakan
untuk ruang utama tempat praktikum. Ruang penyimpanan harus dapat ditempati
lemari yang akan digunakan untuk menyimpan alat-alat atau bahan. Demikian juga
ruang persiapan, harus dapat ditempati meja dan alat-alat untuk keperluan
penyiapan bahan-bahan atau alat-alat untuk percobaan.[5]
Contoh tata letak
ruangan-ruangan laboratorium beserta ukurannya dapat dilihat pada gambar
berikut.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa:
1. Laboratorium merupakan
sumber belajar yang efektif untuk mencapai suatu kompetensi yang diharapkan
siswa. Untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas, laboratorium harus
dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
2. Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 mengenai kemampuan merencanakan dan
mengembangkan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium dan tenaga
laboratorium, memantau kegiatan laboratorium beserta sarana dan prasarana, dan
mengevaluasi kegiatan laboratorium serta aktivitas tenaga laboratorium lainnya.
3. Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai
seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan rasio setiap
siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan luas laboratorium.
4. Laboratorium untuk
keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi, misalnya 3 –
4 m2 untuk setiap mahasiswa.
DAFTAR
PUSTAKA
Teuku Dex
Ogem. https// www.google.com. Modul manajemen laboratorium. Diakses tanggal 27maret 2019. Jam 16:43.
Riandi.
https;// www.google.com.
pengelolaan-laboratorium. Diakses pada tanggal 27 maret 2019, jam 12: 39.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional No. 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga
Laboratorium Sekolah/Madrasah.
[3] Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium
Sekolah/Madrasah.
[5] https;// www.google.com.
pengelolaan-laboratorium. Diakses pada tanggal 27 maret 2019, jam 12: 39.
