Tampilkan postingan dengan label Manajemen Laboratorium Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Laboratorium Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2020

Manajemen Laboratorium Pendidikan


MAKALAH
MANAJEMEN LABORATORIUM PENDIDIKAN
LABORATORIUM DI LEMBAGA PENDIDIKAN




Dosen Pengampu : Fitri Nur Hidayat, S.Th.I, M.Pd.I
Disusun oleh : 1. Eva Sitty
2. Nur Aini
3. Shoma Amalia
4. Wardatul



PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AT TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AKADEMIK 2018/2019


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami  panjatkan kehadirat Allah SWT  karena berkat rahmat dan hidayah-Nya akhirnya makalah Manajemen Pendidikan Islam yang berjudul “Laboratorium di Lembaga Pendidikan” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam menyusun makalah ini. Sehingga dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai laboratium di lembaga pendidikan.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh sebab itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini. Mudah - mudahan penulisan makalah ini ada manfaatnya khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.



                                                                                Penyusun

                                                                  Bondowoso, 23 Maret 2019







DAFTAR ISI

Halaman Sampul............................................................................................ i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................. iii
BAB I     PENDAHULUAN .........................................................................  1
A.  Latar Belakang............................................................................ 1
B.   Rumusan Masalah .......................................................................  2
C.   Tujuan Masalah ...........................................................................  2

BAB II    PEMBAHASAN………………………………………………… 3
A.  Struktur Organisasi Laboratoriumt .............................................  3
B.   Kualifikasi Personel Laboratorium .............................................  4
C.   Standarisasi Desain Laboratorium .............................................. .7

BAB III   PENUTUP……………………………………………………….. 12
A.  Kesimpulan.................................................................................. 12

DAFTAR  PUSTAKA……………………………………………13



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu Fisika, Kimia, Dan Biologi. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai suatu kompetensi yang diharapkan siswa. Untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan ada artinya jika tidak ditunjang dengan manajemen yang baik. Karena itu, guna mengngoptimalkan fungsi laboratorium perlu adanya pengelolaan secara baik untuk kelancaran proses belajar mengajar. Berdasarkan peraturan pemerintah No. 32 Tahun 2013 sebagai pengganti pp No. 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan Nasional, bahwa laboratorium merupakan sarana prasarana yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran.
Manajemen laboratorium (laboratory management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan sangat baik ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat laboratorium yang canggih,dengan sataf profesional yang terampil belum tentu dapat berfungsi dengan baik, apabila tidak didukung dengan adanya manejemn laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen labroratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari. Suatu manajemen laboratorium yang baik memiliki sistem organisasi yang baik, uraian kerja (job description) yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efesien, disiplin, dan administrasi laboratorium yang baik pula.
Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan lebih efektif jika dalam struktur organisasi laboratoriun didukung oleh Board of Managemen yang berfungsi sebagai pengarah dan penasehat. Board of Management terdiri atas para senior atau profesor yang mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang bersangkutan.
Tujuan anak sekolah ialah agar si anak menjadi anak baik, pintar serta terampil. Dibutuhkan proses yang panjang dan tidak sederhana agar tujuan tersebut berhasil dicapai. Sekolah menyediakan sarana untuk pengembangan rasa, pikir, dan raga siswa. Seperti masjid, perpustakaan, laboratorium, dan tempat olahraga.
B.  Rumusan Masalah
1. Apa Struktur Organisasi Laboratorium ?
2. Siapa Personel Laboratorium ?
3. Apa Standarisasi Desain Laboratorium ?
C.  Tujuan Masalah
1. Mengetahui Struktur Organisasi Laboratorium
2. Mengetahui Siapa Personel Laboratorium
3. Mengetahui Standarisasi Desai Laboratorium


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Struktur Organisasi Laboratorium
Laboratorium adalah tempat untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu Fisika, Kimia, Dan Biologi. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai suatu kompetensi yang diharapkan siswa. Untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkinPenanggung jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah kepala laboratorium. Kepala laboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada. Para anggota laboratorium yang berada di bawah kepala laboratorium juga harus sepenuhnya bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Untuk mengantisipasi dan menangani kerusakan peralatan diperlukan teknisi yang memadai.
Bentuk struktur organisasi laboratorium:

Dalam pengelolaan laboratorium dibutuhkan personal-personal yang memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
  1. Laboratorium perlu dikelola secara baik oleh staf atau personal  laboratorium yang bertugas agar Laboratorium dapat digunakan secara efektif dan efisien.
  2. Pengelola laboratorium terdiri dari koordinator Laboratorium (dari dosen/ guru) dan teknisi/ laboran (staf khusus).
  3. Koordinator Laboratorium bertanggungjawab mengkoordinasikan seluruh laboratorium yang ada di sekolah 
  4. Kepala Laboratorium ( Ka. laboratorium ) atau penanggung  jawab laboratorium, bertugas:
a.       Mengelola laboratorium
b.      Merencanakan dan mengadakan alat  bahan untuk kegiatan praktikum
c.       Bertanggungjawab terhadap kelangsungan pelajaran yang berada dalam    suatu laboratorium
d.      Mengembangkan tim untuk kemajuan laboratorium
e.       Mengembangkan kerjasama dengan pihak luar untuk pemanfaatan dan peningkatan fasilitas laboratorium.
5. Laboran bertanggungjawab untuk menyiapkan bahan dan alat menjelang praktikum, pengecekan periodik, pemeliharaan dan penyimpanan alat-bahan. [1]
B.  Kualifikasi Personel Laboratorium
Untuk itu diperlukan kemampuan manajerial bagi pengelola laboratorium hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 mengenai kemampuan merencanakan dan mengembangkan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium dan tenaga laboratorium, memantau kegiatan laboratorium beserta sarana dan prasarana, dan mengevaluasi kegiatan laboratorium serta aktivitas tenaga laboratorium lainnya.[2]
Menurut Mulyasa, menyatakan “bahwa kepala sekolah bertanggung jawab atas menajemen pendidikan secara makro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah”. Pasal 22 ayat 1 PP 28 tahun 1990 berbunyi bahwa: “Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”.
Oleh karena itu, diupayakan peranan laboran dalam perencanaan, kepemimpinan dan laboratorium dilakukan secara optimal sehingga berimplikasi terhadap peningkatan mutu pembelajaran di SMA. Dengan demikian sebagus apapun suatu laboratorium, bila tidak didukung oleh tata kelola yang baik, maka tidak akan menghasilkan kegiatan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Oleh karena itu, agar tata kelola laboratorium berjalan sesuai dengan harapan, maka diperlukan seorang manager (dalam hal ini kepala laboratorium) yang memahami betul bagaimana pengelolaan laboratorium dilakukan. Tenaga laboratorium sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah melalui kegiatan laboratorium yaitu :
1.    Penanggung jawab laboratorium bertugas menyusun tata tertib laboratorium,  program kerja laboratorium,  dan  jadwal  pelaksanaan kegiatan  praktikum;  bersama-sama dengan laboran  melakukan  inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan, dan fasilitas;  bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana, menyusun dan mengajukan kebutuhan alat dan bahan kepada Kepala Sekolah, serta menciptakan suasana akademik laboratorium yang nyaman dan kondusif sehingga menjamin keselamatan kerja di laboratorium.
2.    Laboran bertugas memfasilitasi setiap kegiatan laboratorium yang dilaksanakan sesuai dengan program dan tujuan penyelenggaraan laboratorium; menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan praktikum;  memberikan pelayanan kepada guru dan praktikan selama kegiatan praktikum berlangsung; melakukan inventarisasi dan adminitrasi alat, bahan,  dan fasilitas; bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kebersihan dan keindahan lab; serta bertanggung jawab terhadap perawatan sarana dan prasarana. Agar  laboran dapat  bekerja secara optimal, maka perlu menguasai dan memahami segala sesuatu yang berkaitan  dengan  ruang  lingkup tugasnya di laboratorium seperti administrasi laboratorium, layanan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan laboratorium, pemeliharaan dan perawatan bahan dan alat-alat laboratorium, serta tugas-tugas  lain  yang diberikan oleh  penanggung jawab  laboratorium.
Sebagaimana tenaga kependidikan lainnya, tenaga laboratorium sekolah juga merupakan tenaga fungsional. Oleh karena itu diperlukan adanya kualifikasi, standar kompetensi dan sertifikasi. Empat kompetensi utama yang harus dipenuhi sebagai seorang laboran atau teknisi sebagaimana yang tercantum dalam Permen No. 26 tahun 2008 tersebut adalah :
  1. Kompetensi Kepribadian
  2. Kompetensi Sosial
  3. Kompetensi Administratif
  4. Kompetensi Profesional.[3]
Adapun Kualifikasi kepala laboratorium Sekolah/Madrasah menurut permendiknas ini adalah sebagai berikut:
  1. Jalur guru
a.       Pendidikan minimal sarjana (S1)
b.      Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai pengelola praktikum
c.       Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.      Jalur laboran/teknisi
a.       Pendidikan minimal diploma tiga (D3)
b.      Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai laboran atau teknisi
c.       Memiliki sertifikat kepala laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sementara itu Kualifikasi teknisi laboratorium sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
1.  Minimal lulusan program diploma dua (D2) yang relevan dengan peralatan laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.   Memiliki sertifikat teknisi laboratorium sekolah/madrasah dari perguruan tinggi atau lembaga lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sedangkan Kualifikasi laboran sekolah/madrasah adalah sebagai berikut:
1.    Minimal lulusan program diploma satu (D1) yang relevan dengan jenis laboratorium, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.    Memiliki sertifikat laboran sekolah/madrasah dari perguruan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.[4]
C.  Standarisasi Desain Laboratorium
Bagaimanakah bentuk laboratorum yang ideal? Berapa besar ukurannya? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak serta merta dapat kita dijawab, karena sebuah laboratorium dibangun untuk tujuan tertentu. Artinya sebelum laboratorium itu dibangun harus tahu dulu untuk keperluan apa dan untuk dipakai siapa laboratorium tersebut. Misalnya laboratorium yang akan digunakan  untuk pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah,tentunya akan memiliki bentuk yang berbeda dengan laboratorium untuk penelitian. Demikian pula, laboratorium untuk penelitian atau percobaan fisiologi tumbuhan akan berbeda dengan laboratorium untuk ekologi. Pada umumnya bentuk, ukuran dan tata ruang suatu laboratorium didesain sedemikian rupa sehingga pemakai laboratorium mudah melakukan aktivitasnya. Disamping bentuk, ukuran laboratorium perlu mendapat perhatian, karena fungsi laboratorium di sekolah-sekolah tidak hanya digunakan untuk  percobaan yang bersifat individual. Umumnya laboratorium digunakan untuk berbagai kegiatan percobaan dalam konteks proses belajar mengajar.  Jumlah siswa  yang melebihi kapasiitas ruangan laboratorium dalam satu kali percobaan akan  mengganggu kenyamanan dan jalannya percobaan atau aktivitas lainnya.  Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan luas laboratorium. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi, misalnya 3 – 4 m2 untuk setiap mahasiswa. 
1.  Jenis Laboratorium
Seperti telah disinggung diatas bahwa laboratorium ada bermacam-macam jenisnya. Di sekolah menengah, umumnya jenis laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan laboratorium tersebut. Karena itu di sekolah-sekolah untuk pembelajaran IPA biasanya hanya dikenal laboratorium fisika, laboratorium kimia dan laboratorium biologi. Di SLTP mungkin hanya ada laboratorium IPA saja. Di Perguruan Tinggi, untuk satu jurusan saja,  mungkin terdapat banyak laboratorium. Di Jurusan Biologi, kita kenal laboratorium Fisiologi, laboratorium Mikrobiologi, laboratorium Ekologi, laboratorium Genetika dan lain-lain. Bahkan ada laboratorium yang lebih spesifik lagi seperti laboratorium Kultur jaringan tumbuhan. Kadang-kadang atas pertimbangan efisiensi, suatu ruangan laboratorium difungsikan sekaligus sebagai ruangan kelas untuk proses belajar mengajar IPA . Laboratorium jenis ini dikenal sebagai Science classroom-laboratory. Kelebihan jenis laboratorium ini bersifat multiguna.
Contoh tata letak laboratorium jenis ini dapat dilihat pada gambar berikut ini: 
2.  Tata Letak Laboratorium
Pemakai laboratorium hendaknya memahami tata letak atau layout bangunan laboratorium. Pembangunan suatu laboratorium tidak dipercayakan begitu saja kepada seorang arsitektur bangunan. Bangunan laboratorium tidak sama dengan bangunan kelas. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membangun laboratorium. Faktor-faktor tersebut antara lain lokasi bangunan laboratorium dan ukuran-ukuran ruang.  Persyaratan lokasi pembangunan laboratorium antara lain tidak terletak pada arah angin yang menuju bangunan lain atau pemukiman. Hal ini dimaksudkan  untuk menghindari penyebaran gas-gas berbahaya. Bangunan  laboratorium  tidak berdekatan atau dibangun pada lokasi sumber air. Bangunan laboratorium jangan terlalu dekat dengan bangunan lainnya. Lokasi laboratorium harus mudah dijangkau untuk pengontrolan dan memudahkan tindakan lainnya misalnya apabila terjadi kebakaran, mobil kebakaran harus dapat menjangkau bangunan laboratorium.  Selain persyaratan lokasi, perlu diperhatikan pula tata letak ruangan. Ruangan laboratorium untuk pembelajaran sains umumnya terdiri dari ruang utama dan ruang perlengkapan. Ruang utama adalah ruangan tempat para siswa atau mahasiswa melakukan praktikum. Ruang perlengkapan umumnya terdiri dari ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Ruang persiapan digunakan untuk menyiapkan alat-alat dan bahan-bahan yang akan dipakai praktikum atau percobaan baik untuk siswa  maupun untuk guru. Ruang penyimpanan atau gudang terutama digunakan untuk menyimpan bahan-bahan persediaan (termasuk bahan kimia) dan alat-alat yang penggunaannya tidak setiap saat (jarang). Selain ruangan-ruangan tersebut, mungkin juga sebuah laboratorium memiliki ruang gelap (dark room), ruangan spesimen, ruangan khusus untuk penyimpanan bahan-bahan kimia dan ruang adminitrasi atau staf . Hal ini didasarkan atas pertimbangan keamanan berbagai peralatan laboratorium dan kenyamanan para pengguna laboratorium.  Penyimpanan alat-alat di dalam gudang tidak boleh disatukan dengan bahan kimia. Demikian pula penyimpanan alat-alat gelas tidak boleh disatukan dengan alat-alat yang terbuat dari logam.   Ukuran ruang utama lebih besar dari pada ukuran ruang persiapan dan ruang penyimpanan. Contoh apabila luas lantai untuk sebuah bangunan laboratorium 100m2, 70 – 80 m2 diguanakan untuk ruang utama tempat praktikum. Ruang penyimpanan harus dapat ditempati lemari yang akan digunakan untuk menyimpan alat-alat atau bahan. Demikian juga ruang persiapan, harus dapat ditempati meja dan alat-alat untuk keperluan penyiapan bahan-bahan atau alat-alat untuk percobaan.[5]
Contoh tata letak ruangan-ruangan laboratorium beserta ukurannya dapat dilihat pada gambar berikut.           

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
 Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa:
1. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai suatu kompetensi yang diharapkan siswa. Untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas, laboratorium harus dikelola dan dimanfaatkan sebaik mungkin.
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 26 Tahun 2008 mengenai kemampuan merencanakan dan mengembangkan laboratorium, mengelola kegiatan laboratorium dan tenaga laboratorium, memantau kegiatan laboratorium beserta sarana dan prasarana, dan mengevaluasi kegiatan laboratorium serta aktivitas tenaga laboratorium lainnya.
3.  Sebuah laboratorium dengan ukuran lantai seluas 100 m2 dapat digunakan oleh sekitar 40 orang siswa, dengan rasio setiap siswa menggunakan tempat seluas 2,5 m2 dari keseluruhan luas laboratorium.
4. Laboratorium untuk keperluan praktikum mahasiswa membutuhkan ukuran lebih luas lagi, misalnya 3 – 4 m2 untuk setiap mahasiswa. 

DAFTAR PUSTAKA
Teuku Dex Ogem. https// www.google.com. Modul manajemen laboratorium. Diakses tanggal 27maret 2019.  Jam 16:43.
Riandi. https;// www.google.com. pengelolaan-laboratorium. Diakses pada tanggal 27 maret 2019, jam 12: 39.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah.


[1] https// www.google.com. Modul manajemen laboratorium. Diakses tanggal 27maret 2019.  Jam 16:43.

[3] Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah.

[5] https;// www.google.com. pengelolaan-laboratorium. Diakses pada tanggal 27 maret 2019, jam 12: 39.

Pengertian, Fungsi dan Tujuan SIM

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DOSEN ...