Tampilkan postingan dengan label Dakwah Rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah Rasul. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2020

Kemunculan Agama islam


MAKALAH
KEMUNCULAN AGAMA ISLAM (KONDISI JAZIRAH ARAB DAN DAKWAH RASUL)




Dosen Pembimbing:
Abdul Wasil, M.HI

Disusun oleh :
1.    Aynul Masturoh
2.    Elok Firdausyiah
3.    Nur Aini
4.    Radinal Walidah
5.    Wahidatul hasanah




PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AT TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

BAB 2
PEMBAHASAN
A.    Kondisi Jazirah Arab
Makkah adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri Arab, baik karena tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui oleh jalur perdagangan yang ramai menghubungkan Yaman di selatan dan Syria di utara. Dengan adanya ka’bah di tengah kota, Mekkah menjadi pusat keagamaan Arab. Ka’bah adalah tempat mereka berziarah didalamnya terdapat 360 berhala mengelilingi berhala utama yaitu Hubal. Agama dan masyarakat Arab mencerminkan realitas kesukuan jazirah Arab dengan luas satu juta mil persegi. Sebagian besar daerah jazirah adalah padang pasir sahara yang terletak di tengah dan memiliki kedaan dan sifat berbeda-beda. ( Badri Yatim: 2005, 9) 
Ka’bah pada masa sebelum islam sudah menjadi tempat yang disucikan dan banyak dikunjungi oleh penganut-penganut asli Mekkah dan orang-orang yahudi yang bermukim di sekitarnya. Untuk mengamanka para peziarah yang datang ke kota itu, didirikanlah suatu pemrintahan yang pada mulanya berada ditangan dua suku yang berkuasa yaitu Jurhum (sebagai pemegang kuasaan politik) dan Ismail (keturunan Nabi Ibrahim). Kekuasaan politik kemudian berpindah ke suku Khuza’ah dan akhirnya ke suku quraisy di bawah pimpinan Qushai. Suku terakhir inilah yang kemudian mengatur urusan-urusan politik dan urusan-urusan yang berhubungan dengan Ka’bah. ( Badri Yatim: 2005, 4)
Bila dilihat dari asal usul keturunan, penduduk jazirah Arab di bagi menjadi dua golongan besar yaitu Qahthaniyah (keturunan qahthan) dan Adnaniyun (keturunan Islam Ibnu Ibrahim). Masyarakat, baik yang nomadik maupun yang menetap hidup dalam budaya kesukuan badui. Beberapa keluarga membentuk kabilah (clan). Peperangan antar Clan sering terjadi, sikap ini telah menjadi tabiat yang mendarah daging dalam diri orang Arab. Dalam masyarakat yang suka berperang tersebut, nilai wanita menjadi sangat rendah. Situasi ini masih terus berlangsung sampai agama islam lahir.
Akibat peperangan yang terus menerus kebudayaan mereka tidak berkembang karena itu bahan-bahan sejarah Arab pra islam sangat langka di dapatkan di dunia Arab. Ahmad syalabi menyebutkan, sejarah arab hanya dapat diketahui dari masa kira-kira 150 tahun menjelang lahirnya agama islam. ( Badri Yatim: 2005, 10)
Kehidupan sosial bangsa Arab pada masa itu dengan adanya syair-syair Arab. Syair adalah salah satu seni yang paling indah yang sangat di hargai dan dimuliakan oleh bangsa Arab. Seorang penyair mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam masyarakat bangsa Arab. Salah satu pengaruh syair pada bangsa Arab ialah bahwa syair itu dapat meninggikan derajat seseorang yang tadinya hina atau sebaliknya dapat menghina-hinakan orang yang tadinya mulia. ( Fatah Syukur NC: 2009, 24)
Berkembangnya budaya di daerah Arab menjelang kebangkitan Islam berasal dari pengaruh budaya bansa-bangsa seitarnya yang lebih awal maju dari kebudayaan dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut masuk kedaerah Arab melalui beberapa jalur di antaranya ialah melalui hubungan dagnag dengan bangsa lain, melalui kerajaan-kerajaan protektoral, Hirah dan Ghasasan dan melalui masuknya misi yahudi dan kristen.
Walaupun agama yahudi dan kristen sudah masuk ke jazirah Arab, bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka yaitu percaya kepada dewa yang di wujudkan dalam bentuk berhala dan patung. ( Badri Yatim,t,t., 15). Bangsa arab memiliki karakteristik tersendiri lugas polos keras bagaimana tercermin dari masyarakat primitive dan perawan. Akan tetapi mereka memiliki kelebihan terutama dalam hal berperang, persaudaraan (suku). Bahkan dalam bahasa dan kesusastraan, sehingga mereka dikenal dengan bangsa yang memiliki hafalan yang kuat. Oleh al-qur’an mereka di sebut bangsa yang ummi.
1.      Perjanjian dan Persekutuan
   Perjanjian awal antara kaum muslim mekkah dan para peziarah dari Yatstrib di Aqabah memberikan kesempatan bagi dakwah Nabi Muhammad SAW untuk berkembang di semenanjung tersebut melalui hijrah yang disepakati di kota Yastrib. Suku-suku Aus dan Khazraj dari Yastrib bukan pemeluk Yahudi maupun Kristen, dan perjanjian itu merupakan pengalaman bermanfaat bagi kaum muslim dalam membangun persekutuan dan menyebarkan ajaran islam kepada suku-suku yang lebih bersahabat di Arab.
Begitu kekuasaan muslim di Madinah termantapkan. Nabi Muhammad SAW dengan cepat menjalin hubungan erat dengan komunitas-komunitas tetangga. Guna memenuhi panggilan beliau untuk menyebarkan islam, penting untuk menciptakan kondisi-kondisi yang tepat bagi dialog agama. Demi tujuan ini, utusan utusan Nabi Muhammad SAW mendatangi para penguasa Abisinia, Mesir, Persia, Suriah, dan Yaman.
2.      Orang-orang Kristen Najran
Sekitar tahun 630, Nabi Muhammad SAW menerima delegrasi sekitar 60 rohaniwan dan pemimpin kristen dari Najran dari Yaman. Mereka adalah Trinitarian ortodoks yang dilindungi kekaisaran Bizantian, dan Nabi Muhammad SAW mengizinkan mereka menggunakan masjid untuk beribadah secara Kristen. Ia juga memanfaatkan kunjungan mereka sebagai kesempatan mengundang kaum Yahudi Madinah untuk berdialog agama tiga pihak.
Selama pertemuan mereka, Nabi Muhammad SAW mengkritik kedua agama, meyatakan bahwa mereka menyelewengkan monoteise dan mengutak-atik kitab suci sehingga menyimpangkan ajaran para Nabi terdahulu.
Kaum Najran mengakui kasahihan Muhammad sebagai Nabi namun kebanyakan di antara mereka saat itu menolak masuk agama islam. Akan tetapi, mereka mengizinkan salah satu sahabat beliau, Abu Ubaydah bin Al-Jarrah untuk menyertai mereka ke Yaman sebagai duta pendakwah islam. Dalam beberapa tahun, mayoritas orang Yaman, termasuk kaum Kristen dari Najran, telah masuk islam.
3.      Pendeta-pendeta Abisinia
Kerajaan Kristen Abisinia menjadi tempat pelarian bagi sejumlah kaum muslim awal yang disebut pelaksana hijrah pertama dalam islam Negus dari Abisinia dan Nabi Muhammad SAW saling menghormati, dan sang raja mengirimkan delegasi tujuh pendeta dan lima biarawan ke Madinah. Mereka diperintahkan mengamati Nabi Muhammad SAW dan mempelajari wahyu-wahyunya.
Para rohaniawan Abisinia amat tersentuh oleh ayat-ayat yang mereka dengar dan peristiwa itu nantinya disebutkan dalam Al-Qur’an; ‘’Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, ‘sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. ‘yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahip, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri ‘’
Sebagai tanggapan, Nabi Muhammad SAW mengirimkan surat yang mengundang sang raja untuk menerima islam. Tak jelas apakah Negus betul-betul masuk islam, namun ketika dia wafat, Nabi Muhammad SAW mengumumkan kematiannya dan melaksanakan shalat Gaib untuknya. Setelah ‘hijrah pertama’, islam terus berkembang diseluruh Abisinia.
4.      Kaum Yahudi Di Madinah
Hubungan kaum muslim dan yahudi di Madinah kerap kali getir, meskipun banyak diantara mereka banyak yang masuk islam. Dalam upaya memastikan perdamaian di kota itu, ditandatangani perjanjian dengan kaum Yahudi dan Kristen. Akan tetapi, walaupun bebas melaksanakan agama mereka sendiri dan terbebas dari kewajiban bagi kaum muslim, sejumlah orang yahudi melanggar perjanjian mereka. Mereka diberi dua pilihan; ikut berperang melawan kaum musyrik Mekkah yang sempat bersekutu dengan mereka untuk melawan muslim, atau angkat kaki. Setelah pada awalnya menolak melakukan kedua hal itu, mereka meninggalkan Madinah menuju wilayah Khaybar dan menyerang kaum muslim berkali-kali. Pengkhianatan ini dituntaskan pada pertempuran ahzab(konfederasi) dan serangan kaum muslim setelahnya terhadap Khaybar. Suku-suku dan sekutu-sekutu mereka ditundukkan.
Begitu Mekkah dan sekutu-sekutu mereka takluk, Nabi Muhammad SAW mengalihkan perhatian beliau kepada perjanjian-perjanjian damai dengan suku-suku Badui disekitar mekkah guna memfasilitasi penyebaran islam ke seluruh Jazirah Arab dan lebih jauh lagi.
B.     Dakwah Rasul

1.      Masa Kerasulan
            Beberapa kilometer di Utara Makkah, bertepatan pada tanggal 17 ramadlan 611 M, di Gua Hira malaikat Jibril mucul di hadapan Nabi Muhammad untuk menyampaikan Wahyu Allah yang pertama. ( Dedi Supriyadi: 2008, 61) pada usia Nabi yang menjelang 40 itu Allah telah memilih Muhammad sebagai Nabi. Pada wahyu kedua Nabi di perintahkan untuk menyeru manusia kepada satu agama, yaitu agama Islam. ( Badri Yatim: 18-19)
2.      Perjuangan Dakwah Rasul
            sebagaimana telah di sebutkan di atas bahwasanya perjuangan dakwah Rosulullah itu ada dua tahapan, yaitu secara sirriyah (secara rahasia) dan terang-terangan. Yang mana dalam hal tersebut Rasulullah menjalaninya tak hanya dengan waktu yang singkat, harus melaui perjuangan yang ekstara penuh kesabaran dalam menghadapi musuh-musuh islam. Apa yang di maksud dakwah secara sirriyah dan terang-terangan?
a.       Tahapan Dakwah Sirriyah
Sebagaimana diketahui, kota Makkah merupakan pusat agama bagi bangsa Arab. Di sana terdapat para pengabdi Ka’bah pengurus berhala serta patung-patung yang dianggap suci oleh seluruh bangsa Arab. Fanatisme bangsa quraisy tehadap agama nenek moyang telah membuat islam sulit berkembang di Makkah walaupun Nabi Muhammad sendiri berasal dari suku yang sama. Dalam menghadapi hal tersebut Nabi Muhammad mumulai dakwah secara sirriyah(sembunyi-sembunyi) agar penduduk Makkah tidak di kagetkan dengan hal yang (bisa saja) memancing emosi mereka ( Hanif Yahya: 2016, 92)
1.)    as-Sabiqunal al-Awwalun
Merupakan hal wajar bila yang pertama-tama yang dilakukan oleh Rasulullah adalah menawarkan islam kepada orang-orang yang hubungannya dekat dengan beliau, keluarga serta sahabat-sahabat karib beliau. Karena itulah, orang yang pertama menerima dakwahnya adalah keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Mereka semua didakwahi oleh beliau untuk memeluk islam. seorang demi seorang diajak agar mau meninggalkan agama berhala agar menyembah Allah yang maha Esa. Usaha yang dilakukan itupun berhasil, dalam sejarah islam mereka dikenal sebagai as-Sabiqunal al-Awwalun (orang-orang pertama masuk islam).  Di barisan terdepan terdaftar  istri Rosulullah, Ummul Mukminin, Khadijah binti khuwalid, kalangan pemuda sekaligus keponakan Rosulullah  Ali bin Abi Thalib Yang ketika itu Sy. Ali bin Abi Thalib masih kanak-kanak dan berada di bawah asuhan Rasulullah, Zaid bin Haristah, tokoh masyarakat yaitu Abu Bakar as-Siddiq. Mereka semua memeluluk islam pada permulaan dakwah.
Kemudian, Sy. Abu Bakar dengan sangat giat mengajak orang-orang kepada agama islam. Beliau merupaka sosol laki-laki yang lembut, disenangi, luwes, tegas dan berbudi luhur serta berbuat baik. Beliau terus berdakwah kepada orang-orang dari kaumnya yang dia percayai dan selalu beriteraksi dan bermajlis dengannya. Berkat hal itu, maka masuk islamlah Usman bin Affan al-Umawi, az-Zubair bin Awwam al-Asadi, Abdurrahman bin Auf az-Zuhri, Sa’ad bin Abi Waqash as-Zuhri dan Thalhah bin ubaidillah at-Taimi. Diantara orang-orang pertama lainnya yang masuk islam ialah Bilal bin Rabah al-Habasyi kemudian di ikuti oleh Abu Ubaidah, nama beliau adalah Amir bin Jarrah, beliau berasal dari suku Bani Al-Harist bin Fihr. Selanjutnya menyusul keduanya, Abu Salamah bi Abdul Asad, Al-Arqam bin Abil Arqam (keduanya berasal dari suku Makhzum), Ustman bin Ma’zun serta kedua saudaranya; Qudamah dan Abdullah, Ubaidah bin al-Harist bin Abdul-Muthalib bin Abdu Manaf, Sa’id bi Zaid al-Adawi dan istrinya; Fatimah binti al-Khaththab al-Adawiyah saudara perempuan umar bin khattab, Khabbab bin al-Arat, Abdullah bin Mas’ud al-Huzali , mereka itulah yang dinamakan as-Sabiqun al-Awwalun.  ( Hanif Yahya, 2016, 93-94)


Pengertian, Fungsi dan Tujuan SIM

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DOSEN ...