Prinsip-prinsip Pendidikan Islam
Pendidikan bentuk suatu proses generasi muda untuk menjalankan
kehidupan serta bisa memenuhi tujuan hidupanya secara lebih efektif dan
efisien. Pendidikan lebih daripada pengajaran, karena pengajaran sebagai suatu
proses transfer ilmu belaka, sementara pendidikan merupakan transformasi nilai
dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupinya. Perbedaan
pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan terhadap
pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik disamping transfer ilmu dan
keahlian.
A.
Pengertian Prinsip Pendidikan Islam
Dalam KBBI, tercantum kosakata
prinsip dengan makna asas, kebenaran yang menjadi dasar pokok berpikir,
bertindak dan sebagainya. Kata prinsip menggambarkan sebagai landasan
operasional. Dalam bahasa Inggris dijumpai kata principle yang bermakna
asa, dasar, prinsip, dan pendirian. Dalam bahasa Arab, kata prinsip merupakan
terjemahan dari kata asas jamaknya usus, yang berarti foundation (dasar
bangunan), fundamental (yang utama), groundwork (landasan kerja), ground
(terowongan), basis (tiang
utama), dan keynote (kata kunci).
Prinsip adalah dasar(pendirian, tindakan dsb)
ialah sesuatu yang dipegang sebagai panutan yang utama, asas (kebenaran yang
jadi pokok dasar orang berpikir, bertindak dan sebagainya). Dalam kamus
filsafat, prinsip berasal dari bahasa Inggris: principle dalam bahasa
latin principium. Beberapa pengertiannya antara lain: sumber atau asal
usul sesuatu sebab yang paling dasar dari sesuatu, peraturan atau dasar bagi
tindakan seseorang , unsur dasar, ide pembimbing, aturan dasar bertingkah laku.
Dagobert B, Runes, sebagaimana yang dikutip Ramayulis dalam bukunya Ilmu
Pendidikann Islam, mengartikan prinsip sebagai kebenaran yang bersifat
universal (universal truth) yang menjadi dari sifat sesuatu.
Terkadang kata prinsip mengandung
arti dasar, sumber dan asas. Kata sumber difungsikan untuk menggambarkan
sesuatu yang dijadikan tempat
pengambilan bahan, seperti Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber. Setelahnya,
kata dasar digunakan sebagai tempat dijadikannya sandaran atau pijakan dalam
membangun sesuatu, atau digunakan sebagai landasan konsep atau teori. Misalanya
religiositas, filsafat dan ilmu pengetahuan dengan berbagai cabangnya digunakan
sebagai dasar pengembangan ilmu pendidikan Islam. Adapaun kata asas sama
artinya dengan kata prinsip, ialah kebenaran yang dijadikan pokok dasar dalam
berpikir dan bertindak. Kata asas atau prinsip merupakan landasan operasional
atau landasan bertindak.
Istilah pendidikan Islam terangkai
dari dua kata yaitu “pendidikan” dan “Islam”. Dalam hal ini kata kuncinya
adalah Islam yang berfungsi sebagai sifat, penegas dan pemberi ciri khas bagi
kata “pendidikan”. Dari segi bahasa istilah pendidikan Islam mengalami perkembangan.
Menurut Al-Qur’an dan hadist terdapat tiga istilah yang sering digunakan untuk
mengistilahkan pendidikan Islam, yaitu ta’lim, tarbiyah dan ta’dib. Sedangkan
al-Ghazali, sebagaimana kyipan Mujib dan Muzdakir, lebih mengidentifikasikan
dengan riyadlah karena lebih condong kepada aspek psikomotorik dalam
pendidikan anak.
Secara terminologi, arti pendidikan
Islam ialah; menurut Zakiyah Drajat merupakan sikap pembentukan manusia yang
lainnya berupa perubahan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan petunjuk
agama Islam. Menurut Abdul Mujib, pendidikan Islam adalah proses
transinternalisasi pengetahuan dan nilai Islam kepada peserta didik melalui
upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, pengasuhan, pengawasan dan
pengembangan potensinya guna mencapai keselarasan dan kesempurnaan hidup di
dunia dan di akhirat. Menurut Hasan Langgung, pendidikan Islam adalah proses
penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan
nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di
dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Menurut al Syaebani, pendidikan Islam
diartikan sebagai usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan
pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya
melalui proses kependidikan.
Menurut D Marimba, pendidikan Islam
adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju
terbentuknya kepribadian yang utama menurut ukuran-ukuran Islam. Hasil rumusan
Seminar Pendidikan Islam se-Indonesia pada tahun 1960 sebagaimana yang dikutip
Khoirun Rosyadi, memberikan pengertian pendidikan Islam, sebagai bimbingan
terhadap pertumbuhan jasmani dan rohani menurut ajaran Islam dengan mengarah,
mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.
Dari berbagai pengertian tersebut,
diambil kesimpulan bahwa prinsip pendidikan Islam adalah kebenaran yang
bersifat menyeluruh yang dijadikan dasar, pegangan serta asas dalam merumuskan
perangkat pendidikan Islam yang diambil dari sumber Pendidikan Islam.
Juga dapat
disimpulkan bahwa, prinsip pendidikan Islam adalah kebenaran yang dijadikan
pokok dasar dalam merumuskan dan melaksanakan pendidikan Islam. Dengan prinsip
ini, maka pendidikan Islam akan memiliki perbedaan karakter dengan pendidikan
di luar Islam.
B.
Prinsip Pendidikan Islam
Pembahasan
mengenai prinsip pendidikan Islam secara tersirat dijumpai pada Mohammad
Athiyah al-Abrasyi dalam bukunya al-Tarbiyah al-Ismiyah. Menyatakan
al-Abrasyi dalam buku tersebut, bahwa pendidikan Islam ialah pendidikan yang
ideal. Hal tersebut antara lain didasarkan pada adanya prinsip kebebasan dan
demokrasi dalam pendidikan, pembentukan akhlak yang mulia sebagai tujuan utama
pendidikan Islam, berbicara manusia sesuai akalnya, menggunakan metode yang
berbeda-beda dalam pengajaran, pendidikan Islam adalah pendidikan bebas, sistem
individu dalam pendidikan Islam, memberikan perhatian atas pembawaan dan
insting seseorang dalam tuntunan ke bidang-bidang karya yang di pilihnya,
mencintai ilmu dan menyediakan diri untuk belajar, memberikan perhatian
terhadap cara berpidato, berdebat dan kelancaran lidah, memberikan pelayanan
terhadap anak-anak secara halus, memberikan perhatian terhadap sistem universitas
rakyat, dan perhatian terhadap perpustakaan untuk merangsang penelitian dan
pembacaan.
Adapun
prinsip-prinsip dalam sistem pendidikan Islam, ialah:
- Prinsip pendidikan Islam merupakan implikasi dari karakteristik (ciri-ciri) manusia menurut Islam. Ajaran Islam mengemukakan tiga macam ciri-ciri manusia yang membedakannya dengan makhluk yang lain, yaitu; pertama fitrah (sifat dasar atau potensi pembawaan yang diciptakan oleh Allah sebagai dasar dari suatu proses). Sebagai mana disebutkan dalam firman Allah SWT di dalam surat Ar-Rum ayat 30:فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللّهِ ۚ ذلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30)Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al-Rum : 30).Kedua kesatuan roh dan jasad. Sebagaimana manusia tersusun dari unsur tersebut. Yang mana Allah SWT menyempurnakan kejadian manusia dengan meniupkan roh ketika struktur jasad manusia siap untuk menerimanaya. Allah berfirman Q.S. Al-Hijr ayat 29:فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُّوحِي فَقَعُوا لَه سجِدِينَ (29)Artinya: Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.(Q.S. Al-Hijr : 29 )Antara akal dan kalbu harus seimbang tujuannya untuk menjadi manusia yang sempurna. Ketiga kebebasan berkehendak. Kebebasan sebagai karakteristik manusia meliputi berbagai dimensi, seperti kebebasan beragama, berbuat, berpikir, berekspresi dan lain. Sebagaimana dalam firman Allah: Q.S. Al- baqoroh ayat 256:لاإكْراهَ فى الدِّينِ قدْتبيَّن الرُّشدُمنَ الغَى ....................... (256)Artinya: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. (Q.S. Al-Baqarah: 256)2. Pendidikan integral dan terpadu. Pendidikan Islam tidak mengenal adanya pemisah antara sains dan agama. Penyatuan antara kedua sistem pendidikan adalah tuntutan aqidah Islam. Dalam Al-Qur’an Allah memerintahkan manusia untuk melakukan studi terhadap ayat-ayat-Nya dengan perintah membaca, sebagaimana firman-Nya: Q.S. Al-Alaq ayat 96:1إقرأْ با سمِ ربك الذِي خلقَ (1)Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (Q.S. Al-Baqoroh: 1)3. Pendidikan yang seimbang. Perinsip keseimbangan tersebut antara lain: keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi, keseimbangan antara jasmani dan rohani, keseimbangan antara individu dan masyarakat. Pendidikan Isam yang didasarkan pada prinsip keseimbangan dapat membantu pencapaian tujuan pendidikan secara tepat.4. Pendidikan yang universal. Pandangan yang menyeluruh terhadap seluruh aspek kehidupan manusia. Agama Islam yang menjadi dasar pendidikan Islam itu sendiri bersifat menyeluruh terhadap wujud, alam jagad dan hidup.
C.
Kesimpulan
bahwa
prinsip pendidikan Islam adalah kebenaran yang bersifat menyeluruh yang
dijadikan dasar, pegangan serta asas dalam merumuskan perangkat pendidikan
Islam yang diambil dari sumber Pendidikan Islam.
Adapun
prinsip sistem pendidikan Islam ialah merupakan implikasi dari karakteristik
ciri-ciri manusia menurut Islam, pendidikan integral dan terpadu, pendidikan
yang seimbang dan pendidikan yang universal.
Daftar Pustaka
Salim, Hailami & Kurniawan, Syamsul.
2012. Studi Ilmu Pendidikan Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Nata, Abuddin.
2017. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
Fathurrohman, Muhammad. 2017. Prinsip
dan Tahapan Pendidikan Islam. Yogyakarta: Penerbit Garudhawaca.