Tampilkan postingan dengan label Perencanaan dan pengendalian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perencanaan dan pengendalian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Maret 2020

Perencanaan dan Pengendalian


MAKALAH
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
Dosen Pembimbing :
M. Yazid Mubarok, S.Pd.I, M.Pd.I


  
Disusun oleh :
1.    Ainul Qomariyah
2.    Dian Retno Fitasari
3.    Idamatul Marfuah
4.    Nur Aini
5.    Sahemi


PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AT TAQWA BONDOWOSO
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami  panjatkan kehadirat Allah SWT  karena berkat rahmat dan hidayah-Nya akhirnya makalah Manajemen Akutansi Pendidikan yang berjudul “Perencanaan dan Pengendalian” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam menyusun makalah ini. Sehingga dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan mengenai perencanaan dan pengendalian.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kelemahan, oleh sebab itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini. Mudah-mudahan penulisan makalah ini ada manfaatnya khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.




                                                                                Penyusun

                                                              Bondowoso, 23 November 2018





DAFTAR ISI

Halaman Sampul............................................................................................ i
Kata Pengantar............................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................  iii
BAB I     PENDAHULUAN .........................................................................  1
A.  Latar Belakang............................................................................ 1
B.   Rumusan Masalah .......................................................................  1
C.   Tujuan .........................................................................................  1

BAB II    PEMBAHASAN………………………………………………… 2
A.  Pengertian Pendidikan ................................................................ 2
a. Pengertian Perencanaan.......................................................... 2
b. Tujuan Perencanaan................................................................ 3
c. Manfaat Perencanaan.............................................................. 3
d. Metode Perencanaan.............................................................. 4
B.   Pengertian Mobilitas Sosial......................................................... 6
a. Pengertian Pengendalian......................................................... 6
b. Tujuan Wasdal........................................................................ 6
c. Manfaat Wasdal...................................................................... 7
d. Bentuk Pengawasan............................................................... 7
e. Prosedur Wasdal..................................................................... 10

BAB III   PENUTUP……………………………………………………….. 11
A.  Kesimpulan.................................................................................. 11
B.   Saran ........................................................................................... 11

DAFTAR  PUSTAKA................................................................................... 12


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Dalam suatu perusahaan atau organisasi yang didirikan pastilah memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai dengan cara yang efektif dan efisien. Pencapaian tujuan tersebut memerlukan perencanaan dan pengendalian kegiatan-kegiatan kerja yang baik. Dari perencanaan dan kegiatan yang baik diharapkan mampu membantu dan mempermudah organisasi dalam mencapa  tujuannya secara efektif dan efisien. Oleh karena itu setiap organisasi diharapkan menyusun anggaran, karena penganggaran itu penting untuk membuat perencanaan dan mengendalikan kegiatan perusahaan. Pengendalaian dan perencanaan harus disusun secara teliti,penuh pertimbangan dan serta disesuakaan dengan kondisi perkembangan yang terjadi saat ini.
Perlunya anggaran bagi manajemen adalah dapat menjabarkan perencanaan, pengawasan, pengendlian, koordinasi dan sebagai pendomankerja secara sistematis, juga digunakan untuk mengetahui penyimpangan penyimpangan yang terjadi dan terpenting untuk meningkatkan tanggung jawab dari masing-masing karyawan atas pekerjaan yang menjadi kewajibannya.

B.       Rumusan Masalah
Untuk memudahkan penyusunan makalah ini, dibuatlah rumusan masalah sebagaimana berikut :
  1. Apa yang dimaksud dengan perencanaan?
  2. Apa yang dimaksud dengan pengendalian?

C.      Tujuan
1.    Untuk mengetahui tentang perencanaan
2.    Untuk mengetahui tentang pengendalian
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Perencanaan
1.    Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan yang akan dilaksanakan. Perencanaan adalah pengambilan keputusan. Perencanaan menurut Handoko (2003) meliputi (1) pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi, (2) penentu strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Perbedaan perencanaan (planning) dan rencana (plan) menurut Zajda & Gamage (2009), “planning is a process that precedes decision making. A plan is can be defined as a decision, with regard to cause of action.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang disebut perencanaan adalah kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini perencanaan mengandung unsur-unsur (1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, (2) adanya proses, (3) hasil yang ingin dicapai, dan (4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.
Perencanaan tidak lepas dari unsur pelaksanaan dan pengawasan termasuk pemantauan, penilaian, dan pelaporan. Pengawasan diperlukan dalam perencanaan agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Pengawasan dalam perencanaan dapat dilakukan secara preventif dan represif. Pengawasan preventif merupakan pengawasan yang melekat dengan perencanaannya, sedangkan pengawasan represif merupakan pengawasan fungsional atas pelaksanaan rencana, baik yang dilakukan secara internal maupun secara eksternal oleh aparat pengawasan yang ditugasi.[1]

2.    Tujuan Perencanaan
Perencanaan bertujuan untuk:
a.       Standar pengawasan, yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan perencanannya,
b.      Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya suatu kegiatan,
c.       Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya,
d.      Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan,
e.       Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat biaya, tenaga, dan waktu,
f.       Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan,
g.      Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan,
h.      Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui, dan
i.        Mengarahkan pada pencapaian tujuan.[2]
3.    Manfaat Perencanaan
Perencanaan bermanfaat sebagai:
a.    Standar pelaksanaan dan pengawasan (memfasilitasi monitoring dan evaluasi),
b.    Pemilihan berbagai alternatif terbaik (pedoman pengambilan keputusan),
c.    Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
d.   Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
e.    Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan,
f.     Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
g.    Alat menimalkan pekerjaan yang tidak pasti (untuk mengantisipasi masalah yang akan muncul), dan
h.    Meningkatkan kinerja (keberhasilan organisasi tergantung keberhasilan perencanaannya).[3]
4.    Metode Perencanaan
Walaupun Smith (1982) secara umum menyebutkan delapan metode perencanaan, namun metode ini dapat digunakan untuk perencanaan pendidikan.
a.    Analisis sumber-cara-tujuan (mean-ways-goal analysis)
Metode ini dipakai untuk meneliti sumber-sumber dan alternatif mencapai tujuan tertentu. Tiga faktor yang perlu dianalisis antara lain (1) sumber, (2) cara untuk mencapai tujuan, dan (3) tujuan. Ketiga faktor ini dikaji secara timbal balik.
b.    Analisis masukan-keluaran (input-output analysis)
Metode ini dipakai untuk mengkaji faktor-faktor input pendidikan yang mempengaruhi proses dan akibatnya terhadap keluaran secara interaksi interpendensi. Metode ini untuk menilai alternatif dalam proses transformasi.
c.    Analisis ekonomitrik (economitrik analysis)
Metode ini memakai data empiris, statistik, dan teori ekonomi dalam mengukur perubahan dalam hubungannya dengan ekonomi. Metode ini dekat dengan pendekatan untung rugi. Metode ini menggunakan persamaan yang mendeskripsikan hubungan interpendensi variabel-variabel yang ada dalam suatu sistem.
d.   Diagram sebab-akibat (cause-effect diagram)
Metode ini dipakai dalam persamaan yang menggunakan sekuen hipotetik untuk mendapatkan gambaran masa depan. Metode ini mirip dengan perencanaan stratejik.
e.    Delphi
Metode ini dipakai untuk menentukan sejumlah alternatif program, mendapatkan asumsi atau fakta yang melandasi pertimbangan tertentu dengan mencari informasi yang dibutuhkan untuk mencapai consensus. Dimulai dengan mengemukakan suatu masalah umum kemudian dijabarkan secara khusus untuk dipecahkan masing-masing ahlinya.
f.     Heuristik
Metode ini dipakai untuk mendapatkan isu-isu dan mengakomodasi pendapat yang bertentangan. Metode ini didasarkan atas prinsip dan prosedur yang mensistematikan langkah-langkah pemecahan masalah.
g.    Analisis siklus kehidupan (life-cycle analysis)
Metode ini dipakai untuk mengalokasi sumber daya dengan memperhatikan siklus kehidupan produksi (lulusan), proyek, program, dan kegiatan pendidikan. Tahapannya meliputi (1) konseptualisasi, (2) spesifikasi, (3) pengembangan prototype, (4) pengujian dan evaluasi, (5) operasi, dan (6) produksi (lulusan).
h.    Analisis nilai tambah (value added analysis)
Metode ini dipakai untuk mengukur keberhasilan peningkatan lulusan atau pelayanan pendidikan sehingga diperoleh gambaran konstribusi aspek tertentu terhadap aspek lainnya. Metode ini mirip dengan teori incremental. Sebagai tambahan, metode yang paling banyak dalam perencanaan pendidikan tingkat mikro adalah metode proyeksi.[4]
B.       Pengendalian
1.    Pengertian pengendalian
Pengendalian (Pengawasan) atau controlling adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen yang dikendalikan adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian itu sendiri. Kasus-kasus yang banyak terjadi dalam organisasi adalah akibat masih lemahnya pengendalian sehingga terjadilah berbagai penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan.
Pengendalian adalah proses pemantauan, penilaian, dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih lanjut. Beda pengendalian dengan pengawasan adalah pada wewenang dari pengembang kedua istilah tersebut, pengendalian memiliki wewenang turun tangan yang tidak dimiliki oleh pengawas, pengawas hanya sebatas memberi saran, sedangkan tindak lanjutnya dilakukan oleh pengendali. Jadi, pengendalian lebih luas daripada pengawasan. Dalam penerapannya dari pemerintah, pengawasan sebagai tugas disebut supervisi pendidikan yang dilakukan oleh pengawasan sekolah ke sekolah-sekolah yang menjadi tugasnya. Kepala sekolah juga berperan sebagai supervisor di sekolah yang dipimpinnnya, dilingkungan pemerintahan, lebih banyak dipakai istilah pengawasan dan pengendalian (wasdal).[5]

2.    Tujuan wasdal
Tujuan dan manfaat wasdal antara lain:
a.    Menghentikan atau meniadakan kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan, hambatan, dan ketidak adilan;
b.    Mencegah terulangnya kembali kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan, hambatan, dan ketidak adilan;
c.    Mendapatkan cara-cara yang lebih baik atau membina yang telah baik;
d.   Menciptakan suasana keterbukaan, kejujuran, partisipasi, dan akuntabilitas organisasi;
e.    Meningkatkan kelancaranoperasi organisasi
f.     Menungkatkan kinerja organisasi
g.    Memberikan opini atas kinerja organisasi
h.    Mengarahkan manajemen untuk melakukan koreksi atas maslah-masalah pencapaian kinerja yang ada
i.      Menciptakan terwujudnya pemerintahan yang bersih[6]

3.    Manfaat wasdal
Wasdal dimaksudkan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan. Wasdal pada dasarnya menekankan langkah-langkah pembenahan atau koreksi yang objektif jika terjadi pembedaan atau penyimpangan antara pelaksanaan dengan perencanaan. [7]

4.    Bentuk pengawasan
a.    Pengawasan melekat
Istilah pengawasan melekat (waskat) pertama kali muncul dalam impres No. 15 tahun 1983 tentang pedoman pelaksanaan pengawasan dan impress No. 1 tahun 1983 tentang pedoman pengawasan melekat yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan melekat adalah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian yang terus-menerus, dilakukan langsung terhadap bawahannya, secara perventif dan represif agar pelaksanaan tugas bawahan tersebut berjalan secara efektif dan efesien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam waskat, pelaku pengawsaan adalah atasan yang dianggap memiliki kekuasaan (power) dan dapat bertindak bebas dari konflik kepentingan. Dalam konsep waskat, para pelaku pengawasan lainnya seperti bawahan, orang lain, sistem, dan masyarakat kurang diperhatikan dengan anggapan atasan dapat menjalankan kekuasaannya sehingga bebas mengawasi bawahannya.[8]
b.    Pengawasan fungsional
Istilah pengawasan fungsional (wasnal) secara resmi pertama kali muncul dalam impress No.15 tahun 1983 tentang pedoman pelaksanaan pengawasan yang menyebutkan bahwa pengawasan fungsional ialah setiap upaya pengawasan yang dilakukan oleh aparat yang ditunjuk khusus untuk melakukan audit secara bebas terhadap objek yang diawasinya.aparat wasnal malakukan tugas berupa pemeriksaan, verifikasi, konfirmasi, survey, penilaian, audit, dan pemantauan. Verifikasi ialah mencocokan jumlah dan kualitas barang/jasa dengan kwitansinya. Sedangkan investigasi ialah menyemukan penyimpangan mengapa kualitas, jumlah, dan harganya tidak wajar.
Dalam organisasi besar, wasnal berperan penting untuk membantu manajemen puncak melakukan pengendalian organisasi dalam mencapai tujuannya. Wasnal dilakukan manajemen puncak ataupun satuan pengawasan internal dengan dibantu teknologi informasi yang canggih sebagai kegiatan yang pemantauan. Jadi, fungsi pemantauan ini tidak dapat dilakukan oleh inkator eksternal dan hanyab dapat dilakukan oleh manajemen atau wasnal internal yang berwewenang. Wasnal terdiri atas pengawsan internal dan eksternal.
a)    Pengawasan internal
Pengawsan internal adalah suatu penilaian yang objektif dan sistematis oleh pengawsan internal atas pelaksanaan dan pengendalian organisasi.
Peran pengawsaan internal adalah sebagai watchdog dan sebagai agen perubahan (agent of change). Sebagai watchdog artinya melakukan pemantauan kinerja untuk mendorong pencapaian rencana dan tugas-tugas organisasi.
Manfaat pengawsaan internal antara lain:
1)   Menyembatani hubungan pimpinan tertinggi dengan para manajer dan staf dalam rangka memperkecil ketimpangan informasi
2)   Mendapat informasi keuangan dan penggunaan yang tepat dan dapat dipercaya
3)   Menghindari atau mengurangi resiko organisasi
4)   Memenuhi standar yang memuaskan
5)   Mengetahui penerimaan/ketaatan terhadap kebijakan dan prosedur internal
6)   Mengetahui efisien penggunaan sumber daya organisasi  atau kepastian terwujudnya penghematan
7)   Efektifitas pencapaian organisasi
b)   Pengawasan ekternal
Manfaat pengawasan eksternal adalah untuk meningkatkan kredibilitas keberhasilan dan kemajuan organisasi.[9]
c.    Pengawasan masyarakat
Wasmas dalah pengawsan yang dilakukan masyarakat atas penyelenggaraan suatu kegiatan. Wasmas tercipta karena adanya kepatuhan masyarakat terhadap norma, idiologi, kepercayaan, dan budaya tertentu yang berlaku dalam masyarakat. Wasnal dilakukan dengan tiga jalur:
a)    Langsung oleh masyarakat
b)   Pemberitaan di media massa
c)    DPR RI/DPRD[10]
d.   Pengawasan legislatif
DPR RI/DPRD adalah lembaga pengawasan yang bertugas mengawasi tindakan eksekutif. Pengawasan legislatif ini mengawasi tata cara penyelenggaraan pemerintahan dan keuangan negara. Pengawasan legislatif merupakan pengawasan politik terhadap eksekutif. DPR RI/DPRD sebagai mitra kerja eksekutif perlu member bantuan agar amanah Program Pembangunan Nasional (Propenas/Program Pembangunan Daerah (Propeda) oleh eksekutif dapat dicapai secara efektif dan efisien dari berbagai sudut pandang termasuk politik.[11]

5.    Prosedur wasdal
Langkah-langkah wasdal seyogianya lebih ditekankan pada hal-hal yang bersifat pencegahan. Untuk maksud wasdal, setiap wasdal memerlukan indicator kinerja (dalam perencanaan) yang dapat digunakan sebagai pembanding dengan kinerja yang dihasilkan.
Setiap wasdal terdiri atas:
a.    Pedoman atau rencana waktu, inkator kinerja, program pembiayaan, dan prosedur pelaksanaannya
b.    Umpan balik melalui sistem pelaporan yang baik
c.    Mengevaluasi hasil pemantauan untuk mendapatkan permasalah permasalahan pelaksanaanya yang harus dipecahkan
d.   Tindak lanjut korektif[12]


BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Perencanaan adalah kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini perencanaan mengandung unsur-unsur (1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, (2) adanya proses, (3) hasil yang ingin dicapai, dan (4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.
Pengendalian (Pengawasan) atau controlling adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen yang dikendalikan adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian itu sendiri. Kasus-kasus yang banyak terjadi dalam organisasi adalah akibat masih lemahnya pengendalian sehingga terjadilah berbagai penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan.

B.       Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung jawabkan.

Semoga makalah yang kami buat dafat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Kritik dan saran yang sifatnya membangun kami harapkan untuk masukan dalam pembuatan makalah selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

Usman, Husaini. 2013. Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta Timur: PT Ikrar Mandiriabadi.




[1] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, (Jakarta Timur: PT Ikrar Mandiriabadi, 2013), hlm. 77.
[2] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 76.

[3] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 76.
[4] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 98.
[5] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 534.
[6] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 535.
[7] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 535.
[8] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 536.
[9] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 536-539.
[10] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 539.
[11] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 539.
[12] Husaini Usman, Manajemen, Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan, …….. hlm. 540.

Pengertian, Fungsi dan Tujuan SIM

MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DOSEN ...